SUARA DAERAH SRAGEN – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Sragen tak berhenti pada parade seremonial. Di Lapangan Tangen, ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) memadukan aksi sosial lapangan dengan langkah strategis mendorong penguatan payung hukum pendidikan keagamaan.
Salah satu terobosan konkret dihadirkan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen melalui pembukaan posko Layanan Registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Posko ini dibuka khusus untuk menjembatani warga kurang mampu agar bisa mengakses program bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Sekretaris GP Ansor Sragen, Joko Wahono, mengungkapkan bahwa posko tersebut memanfaatkan potensi internal kader yang berlatar belakang penyuluh agama dan pendamping desa. Mereka turun langsung memandu proses administrasi pendaftaran warga.
"Di Hari Santri ini, kami memanfaatkan akses dan kapasitas kader untuk membantu masyarakat mendaftarkan diri. Kami kawal proses pendaftarannya, sementara keputusan seleksi akhir tetap di tangan pemerintah pusat," ujar Joko saat ditemui di lokasi acara.
Inisiatif ini disambut antusias. Hingga Kamis pagi, tercatat sedikitnya 72 warga telah mendaftar melalui posko tersebut. Mayoritas berasal dari kawasan utara Bengawan Solo, seperti Kecamatan Jenar dan Tangen, yang tergolong dalam kategori tingkat kesejahteraan Desil 3.
Pendataan ini dinilai krusial mengingat adanya regulasi registrasi ulang bagi penerima bansos untuk program-program mendatang. Bagi warga yang belum sempat mendaftar di lokasi apel, GP Ansor tetap membuka pendataan susulan di sekretariat organisasi.( WahSD)

Social Header