Breaking News

Naik 58,8 Persen, Masjid Preneur Fest Sragen Jadi Lokomotif Kemandirian Ekonomi Jamaah

SUARA DAERAH SRAGEN — Masjid tidak lagi sekadar menjadi tempat sujud dan mengumandangkan azan. Di Kabupaten Sragen, ruang kemakmuran itu diperluas hingga ke ranah ekonomi. Semangat memperdayakan jamaah lewat kemandirian masjid tercermin jelas dalam ajang Sragen MasjidPreneur Fest 2026.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, antusiasme takmir dan pemuda masjid melonjak tajam hingga 58,8 persen ketimbang tahun lalu, dengan total 170 masjid yang resmi mendaftarkan diri.
Guna menjaga kualitas pembelajaran, pendampingan, dan interaksi antarpeserta agar lebih optimal, panitia membagi pelatihan ke dalam dua gelombang (batch) yang seluruhnya diberikan secara gratis. 

Setelah Bootcamp Batch 1 tuntas dilaksanakan pada 12 hingga 13 September 2026, Bootcamp Batch 2 menyusul digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen pada Sabtu dan Minggu, 19 hingga 20 September 2026.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas turut hadir langsung untuk menyuntikkan motivasi dan memberikan dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan pemberdayaan ini. Dalam arahannya, beliau mendorong para takmir dan pemuda masjid agar tidak ragu menghadirkan berbagai inovasi serta kegiatan produktif. 

Menurutnya, masjid menyimpan potensi besar yang harus digali agar tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga motor penggerak pengembangan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat.

"Takmir dan pemuda masjid harus berani menghadirkan inovasi serta kegiatan produktif. Masjid bukan cuma pusat spiritual, tapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat," tegas Sigit.

Agar konsep kemandirian tersebut memiliki gambaran yang nyata, para peserta diajak membedah cerita sukses dari para pemenang Sragen MasjidPreneur 2025 melalui sesi Sharing Success Story. Sesi pembelajaran berharga ini menghadirkan dua perwakilan jawara edisi sebelumnya, yaitu Masjid Fatkhul Karomah dari Dalangan, Masaran, selaku Juara 1 kategori Masjid Berdaya, serta Masjid Al Fattah Puro dari Karangmalang, selaku Juara 1 kategori Ide Bisnis.

Selama dua hari pelaksanaan bootcamp, para pengurus masjid dibekali materi pembelajaran yang disusun secara runtut dalam empat sesi utama. Selain pemaparan pengalaman praktis pada sesi pertama, sesi kedua secara khusus membedah tata kelola dan keorganisasian kemasjidan. 

Pembekalan dilanjutkan pada sesi ketiga yang berfokus pada pengelolaan keuangan serta perancangan model bisnis berbasis masjid demi mewujudkan ekonomi jamaah yang mandiri, transparan, dan akuntabel. 

Sementara itu, sesi keempat membekali peserta dengan keterampilan menyusun proposal dan teknik presentasi untuk menghadapi tahapan kompetisi berikutnya.
Seluruh rangkaian pembekalan teknis tersebut juga disempurnakan dengan kegiatan Masjid Subuh Qur'an guna menguatkan nilai spiritualitas dan rasa kebersamaan antarpeserta. 

Melalui pembekalan yang komprehensif ini, Sragen MasjidPreneur Fest 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, melainkan menjelma menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan masjid yang aktif, mandiri, dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan jamaahnya. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID