Breaking News

Mobil Mogok Diterjang KA Majapahit di Kalioso , Penumpang Selamat Secara Ajaib


SUARA DAERAH SRAGEN — Breaking News lakalantas mobil pick up dengan kereta api Majapahit penumpang selamat : Suasana sunyi dan pekatnya malam di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, mendadak pecah oleh jeritan histeris dan gemuruh benturan besi tua, Senin (7/9/2026) menjelang tengah malam. Sebuah mobil pikap yang mendadak mati mesin di tengah perlintasan kereta api tanpa palang pintu, hancur berkeping-keping usai dihantam Kereta Api (KA) 245 Majapahit relasi Malang–Pasarsenen yang melaju kencang.

Ajal seolah sudah berdiri tepat di hadapan Mukiyanto, 45,dan Sriyatun, 44,. Namun, garis nasib berkata lain. Kedua warga Kabupaten Sragen tersebut berhasil meloloskan diri dari cengkeraman maut hanya beberapa detik sebelum lokomotif besi seberat puluhan ton itu menggilas kendaraan mereka hingga ringsek tak berbentuk.

Insiden mengerikan itu bermula sekitar pukul 23.39 WIB di Perlintasan Sebidang Resmi Tak Terjaga JPL 155 Km 94+740, petak jalan Kalioso–Salem. Mobil pikap yang ditumpangi Mukiyanto, warga Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, dan Sriyatun, warga Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, mendadak mati mesin tepat di atas rel kereta api.

Di saat bersamaan, raungan klakson lokomotif KA Majapahit terdengar membahana dari kejauhan. Sorot lampu utama kereta mulai menerangi badan pikap. Menyadari bahaya mematikan mengintai dalam hitungan detik, refleks bertahan hidup membuat keduanya panik luar biasa. Tanpa berpikir panjang, Mukiyanto dan Sriyatun langsung membanting pintu mobil dan melompat keluar, berlari sekuat tenaga menjauhi rel.

Hanya berselang sekejap mata setelah footstep mereka berpijak di tanah aman, suara dentuman keras "BRAGGG!" menggema di kegelapan malam. Mobil pikap yang mereka tumpangi tertemper telak dan terseret lokomotif. Sriyatun yang menyaksikan langsung kendaraan mereka dihantam besi panas langsung terkulai dan pingsan di lokasi akibat syok hebat.

"Kedua korban selamat karena sudah berhasil keluar dari mobil saat kendaraan tertemper kereta. Tidak ada luka fisik terbuka, namun keduanya mengalami trauma psikologis yang sangat berat," ujar dr. Udayanti Proborini, Ketua PSC 119 Kabupaten Sragen.

Ambulans PSC 119 Puskesmas Kalijambe dan Ambulans Abimanyu bersama puluhan relawan gabungan, terdiri dari TNI, POLRI, PT KAI, Redkar Sragen, Ambulans NU Gemolong, Relawan Gemolong, serta warga sekitar, langsung meluncur deras menerobos kegelapan malam menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim medis langsung melakukan penanganan darurat (assessment). Mukiyanto ditemukan dalam kondisi sadar namun merancau akibat syok ringan. Sementara Sriyatun yang sempat tak sadarkan diri mengalami syok berat. Kedua korban langsung dibopong masuk ke dalam Ambulans Abimanyu dan dilarikan dengan kecepatan tinggi menuju IGD RSUD dr. Soeratno Gemolong untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, sangat menyayangkan masih maraknya insiden kendaraan tertemper kereta api di perlintasan sebidang, khususnya perlintasan tanpa penjagaan resmi.

Feni membenarkan bahwa mobil pikap tersebut mengalami kendala teknis (mogok) tepat saat KA Majapahit hendak melintas. Pihaknya memastikan seluruh masinis, kru, serta penumpang KA Majapahit dalam kondisi selamat tanpa cedera sedikit pun. Setelah dilakukan pemeriksaan singkat pada rangkaian, kereta dinyatakan aman dan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pasar senen pada pukul 23.50 WIB.

"Kami tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dan pastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas. Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama," tegas Feni. 

Peristiwa ini menjadi teguran keras kesekian kalinya bahwasanya perlintasan tanpa palang pintu senantiasa menjadi 'perangkap maut' yang siap memakan korban jika kedisiplinan berlalu lintas diabaikan. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID