SUARA DAERAH SRAGEN — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sragen tengah merancangkan pengukuhan sebanyak 98 atlet yang diproyeksikan berlaga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Namun kendala birokrasi cukup mengganjal proses administrasi.
Pada momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ini, agenda pengukuhan ini masih tertahan di meja birokrasi. Pihak KONI Sragen saat ini masih menunggu diterbitkannya Surat Keputusan (SK) resmi dari pengurus KONI tingkat provinsi.
Ketua KONI Sragen, Sutrisna, mengungkapkan bahwa kendala utama di balik keterlambatan penetapan ini berakar dari proses administrasi mutasi atlet yang kian rumit dan menyita waktu. Prosedur perpindahan atlet antar wilayah saat ini dinilai terlalu berbelit-belit.
"Prosedur administrasi di tingkat provinsi cukup rumit. Sekarang mutasi atlet tidak hanya butuh surat dari atlet yang bersangkutan, tetapi juga harus ada surat rekomendasi resmi dari KONI kabupaten atau kota asal," terang Sutrisna.
Ia menambahkan, dinamika perpindahan atlet menjelang kejuaraan daerah sebenarnya merupakan hal wajar. Namun, regulasi yang makin ketat, seperti syarat administrasi mutasi yang wajib rampung paling lambat 12 bulan sebelum Porprov digelar, serta birokrasi yang panjang sering kali menjadi beban tambahan bagi pengurus daerah maupun para atlet.
KONI Sragen berharap SK dari provinsi bisa segera turun agar pengukuhan 98 atlet dapat berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, para atlet bisa kembali memfokuskan fisik dan mental pada persiapan teknis di lapangan tanpa terdistraksi urusan berkas.
Di tengah tantangan birokrasi Porprov, kabar segar justru datang dari kelompok usia muda. KONI Kabupaten Sragen resmi merilis pencapaian kontingen Bumi Sukowati pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di GOR Jatidiri, Semarang, pekan lalu.
Pada penutupan ajang tersebut, Minggu, Sragen berhasil memboyong total 33 medali yang terdiri atas 6 emas, 8 perak, dan 19 perunggu.
Sekretaris KONI Sragen, Suparno, menjelaskan bahwa puluhan medali tersebut disumbangkan oleh para atlet terbaik dari berbagai cabang olahraga (cabor). Di antaranya atletik, karate, panahan, renang, menembak, bulu tangkis, taekwondo, tinju, bola voli pasir, hingga pencak silat.
"Kami tentu sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama harum Sragen di tingkat Jawa Tengah," ungkap Suparno.
Secara khusus, Suparno yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sragen sekaligus Ketua DPRD Sragen menyiapkan apresiasi khusus bagi tim bola voli yang sukses merebut medali emas.
Guna menjaga konsistensi prestasi, Suparno mendorong seluruh cabor untuk terus memacu pembinaan. Salah satu langkah strategis yang didukung penuh adalah pemanfaatan eks gedung Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Sragen sebagai camp latihan terpusat.
Fasilitas tersebut kini menjadi kawah candradimuka bagi empat cabor bela diri, yakni wushu, MMA, kick boxing, dan Muay Thai. Pemanfaatan sarana ini diharapkan dapat menggembleng potensi atlet-atlet muda Sragen dalam menghadapi berbagai kejuaraan terbuka, Popda, hingga jenjang Porprov mendatang.
Jurnalis Wahono

Social Header