Breaking News

Kecamatan Sambirejo Luncurkan Inovasi "KLINIK PENTING" Tuntaskan Pelayanan Stunting Dalam 1 Hari

SUARA DAERAH SRAGEN  --- Pemerintah Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui terobosan pelayanan publik terbaru. Secara resmi, kecamatan meluncurkan inovasi "KLINIK PENTING" (Klinik Layanan dan Pendampingan Terpadu Cegah Stunting), sebuah model pelayanan terintegrasi yang menjamin kepastian penanganan gizi selesai dalam waktu maksimal 1 (satu) hari kerja. 

Camat Sambirejo menjelaskan, inovasi ini lahir untuk menjawab tantangan lambatnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus gizi buruk dan balita stunting di tingkat akar rumput. Melalui konsep kolaborasi Pentahelix—yang melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan Puskesmas, pemerintah desa, dunia usaha melalui program CSR, serta kader masyarakat—"KLINIK PENTING" memangkas birokrasi penanganan stunting menjadi lebih ringkas dan cepat. 

"Kami ingin memastikan setiap temuan kasus balita di bawah garis merah (BGM), ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), maupun calon pengantin mendapatkan intervensi cepat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Komitmen kami jelas, seluruh alur konseling hingga penerbitan rujukan dan rekomendasi bantuan selesai dalam satu hari kerja," ujar Camat Sambirejo. 

Integrasi Layanan Berbasis Digital dan Tatap Muka 
Dalam operasionalisasinya, "KLINIK PENTING" menyediakan tiga kanal akses bagi masyarakat maupun kader posyandu. Warga dapat mendatangi langsung Meja Layanan Terpadu di Kantor Kecamatan Sambirejo, memanfaatkan layanan cepat Hotline WhatsApp Center, atau mengakses formulir pendaftaran secara mandiri melalui tautan digital https://bit.ly/4yng7vl. 

Seluruh data yang masuk akan langsung disinkronkan dengan aplikasi pendataan gizi (e-PPGBM) milik Puskesmas Sambirejo. Setelah melalui proses skrining oleh Tim Konselor Gizi, sistem akan secara otomatis menerbitkan dokumen tindak lanjut, baik berupa Surat Rujukan Medis Terpadu ke fasilitas kesehatan maupun Surat Rekomendasi Alokasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bersumber dari Dana Desa (APBDesa) serta dukungan program CSR Bapak Asuh Stunting. 

Libatkan 63 Posyandu 6 SPM di 9 Desa 

Inovasi ini disokong penuh oleh 63 Posyandu yang tersebar di 9 desa se-Kecamatan Sambirejo, dengan melibatkan ratusan kader posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang sebelumnya telah dibekali melalui rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus. 

Hadirnya "KLINIK PENTING" mendapat apresiasi positif dari para tenaga kesehatan dan kader di lapangan. Dengan adanya standar operasional prosedur (SOP) yang transparan, penanganan balita stunting dan ibu hamil risiko tinggi kini terpantau secara real-time, transparan, dan akuntabel. 

Pemerintah Kecamatan Sambirejo optimistis melalui sinergi lintas sektor yang solid ini, target penurunan angka stunting secara signifikan dapat tercapai, demi mewujudkan generasi masa depan Sambirejo yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID