SUARA DAERAH SRAGEN --- Pemerintah Desa Karungan kerja sama dengan Institut Seni Indonesia ( ISI ) Surakarta menggelar festival tayub gaya Sragenan dalam rangka hari jadi pasar Bahulak ke 6 dan Hari Pariwisata Dunia di pasar Bahulak Dukuh Sawahan Minggu ( 27/9/2026) di hadiri oleh Sriyanto Saputra anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra, Mukafi Fadli anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah fraksi PKB ,Don Muzakir Ketua Umum Tani merdeka Indonesia dan ribuan pengunjung serta peserta lomba tayub
Festival tayub Sragenan di ikuti oleh 8 kelompok, setiap kelompok terdiri 5 orang dari anak - anak hingga dewasa bahkan ada yang berusia 75 tahun, peserta dari berbagai daerah,dari Ngrampal,Tanon, Plupuh dan dari Sragen kota, di iringi oleh karawitan Sarwo Gathuk dan tiga anggota tim penilai atau juri..
Festival tayub Sragenan yang digelar di pasar Bahulak Desa Karungan Kecamatan Plupuh, Sragen adalah wujud nyata bahwa seni tayub Sragenan masih eksis di kalangan rakyat , nampak antusias warga sangat tinggi cintanya budaya seni tayub di Sragen.
Panitia Festival tayub gaya Sragenan Dr. Eko Wahyu Prihantoro menyampaikan apresiasi kepada warga masyarakat Sragen, yang telah ikut nguri uri seni tayub gaya Sragenan, festival tayub ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Institut Seni Indonesia ( ISI ) Surakarta dengan Pemerintah Desa Karungan dalam rangka memperingati hari jadi pasar Bahulak ke 6 dan Hari Pariwisata Dunia, dengan harapan seni tayub gaya Sragenan tetap dilestarikan,di cintai dan ditumbuh kembangkan kepada generasi muda " tegasnya.
Lanjut Eko Wahyu Prihantoro digelarnya festival tayub gaya Sragenan ini, kami hadirkan tim penilai ( juri ) dari ISI dan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Festival tayub gaya Sragen diikuti oleh 8 kelompok , setiap kelompok terdiri dari 5 pambekso, lima kelompok dewasa dan tiga kelompok anak ,dan remaja.
Untuk mengawali pembukaan festival tayub gaya Sragen, Kades Karungan Joko Sunarso beksan keprajan di ikuti oleh para tim penilai dengan irama gending puspo warno - angkleng , banyak ibu ,bapak dan pengunjung ikut berjoget bersama diluar kalangan.
Setelah beksan keprajan di teruskan ole para peserta pambeksa dari nomor undi 1 hingga nomor 8 , festival tayub gaya Sragenan hadirkan tim penilai ( juri ) Nandang Wisnu Pamenang, Arko Kilat Diningrat dan Novia Setiyanti.
Para peserta tayub gaya Sragen menampilkan beksan gaya Sragenan di iringi oleh karawitan Sarwo Gathuk,dan Sinden gaya Sragen, saat para peserta menari di iringi gending gending gaya Sragenan, nampak kakek - kakek dan para pengunjung larut ikut berjoget diluar kalangan maupun didalam kalangan, suasana menjadi meriah saat gending ngudang anak ,gending angkleng gaya Sragenan para pengunjung semua ikut beksa /berjoget .
Akhir dari pementasan festival tayub gaya Sragenan tim juri Nandang Wisnu Pamenang membacakan hasil penilaiannya, untuk juara 1 jatuh pada nomor undi 2 nama paser Imara dengan nilai 963, juara 2 jatuh pada nomor undi 6 nama paser Karim dengan nilai 910 dan juara 3 jatuh pada nomor undi 1 nama paser Yesa dengan nilai 883, para juara atau pemenang mendapatkan piala dan uang pembinaan dari panitia penyelenggara festival tayub gaya Sragenan.
Jafarudin warga Plupuh menyambut baik kegiatan ini, dengan adanya festival tayub bisa menggait kalangan anak anak muda,remaja,ini festival yang berhasil,banyak anak usia SD - SMP sudah berani tampil di festival, selain itu anak anak usia dini sudah mengenal tari tayub, sudah ikut kompetisi ini embrio, akan menjadi pelopor seni tayub asli Sragen, berharap even ini dibuat skala besar tingkat Kabupaten Sragen " harapan Jafarudin.
Tri Margono warga Wonorejo Kedawung salah satu pengunjung menyampaikan apresiasi adanya festival tayub gaya Sragenan ini, ia menilai seni tayub ini harus di lestarikan,harus ditumbuh kembangkan kepada generasi muda, satu satunya seni rakyat yang ada di kabupaten Sragen ya tayub ,harus di lestarikan, ia menyebutkan warga wilayah Gesi, Tangen, Jenar, Sukodono, Mondokan,Gondang , sambungmacan dan Ngrampal masih kental dengan tayub, setiap hajatan nanggap tayuban , di wilayah Kedawung,karang malang , Masaran , Sidoharjo ,dan Sambirejo sulit menjumpai tayub ,ia ingin seni tayub membumi di seluruh Kabupaten Sragen "
Ia menyentil Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata, Dinas Pendidikan dan kebudayaan kedua dinas memiliki peran penting untuk kemajuan pariwisata dan seni tayub gaya Sragenan ini, sekali kali Sragen menggelar festival tayub gaya Sragenan kusus siswa SD -SMP - SMA biar seni tayub gaya Sragenan tetap eksis langgeng sepanjang masa"tegas Tri Margono warga Wonorejo Kedawung.( Wah/SD )

Social Header