SUARA DAERAH SRAGEN – Anggota DPRD Kabupaten Sragen, M. Haris Effendi, menyoroti masih minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum di wilayah Sragen. Menurutnya, pemenuhan penerangan jalan merupakan hal krusial yang berkaitan langsung dengan rasa keadilan bagi masyarakat penikmat dan pembayar pajak.
Haris mengungkapkan bahwa pendapatan daerah dari pajak penerangan jalan terbilang cukup besar, yakni hampir mencapai Rp 50 miliar per tahun. Namun, alokasi anggaran yang dikembalikan untuk pemeliharaan maupun pengadaan lampu jalan diperkirakan belum mencapai Rp 20 miliar.
"Ketika masyarakat taat membayar pajak penerangan jalan, namun alokasi untuk fasilitas tersebut tidak seimbang, maka nilai keadilan sosialnya menjadi hilang. Penerangan jalan ini harus benar-benar digalakkan," ujar Politisi Golkar ini.
Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sragen menambah alokasi anggaran Penerangan Jalan Umum pada tahun-tahun mendatang. Selain itu, Haris menekankan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen sebenarnya memiliki ruang untuk memasang lampu di rute jalan provinsi maupun jalan nasional, selama ada pengajuan izin dan ketersediaan anggaran.
Haris mencontohkan hasil studi banding ke Kabupaten Pekalongan, di mana pengelolaan dan pemeliharaan lampu penerangan di seluruh tingkatan jalan, mulai dari jalan nasional, provinsi, kabupaten, hingga antardesa dikelola secara menyeluruh oleh Dinas Perhubungan setempat.
"Kalau untuk urusan penerangan jalan, kita jujur masih tertinggal dibandingkan kabupaten/kota lain. Ini yang harus menjadi perhatian bersama ke depan," pungkasnya.
Terpisah, Kurangnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas jalan Gabugan – Gemolong dikeluhkan warga dan tokoh masyarakat setempat. Kondisi jalan yang gelap saat malam hari tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu kerap terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Sragen, Dawam, menyampaikan bahwa dirinya menerima banyak aduan langsung dari masyarakat terkait permasalahan penerangan di jalur vital tersebut.
"Informasi dari warga masyarakat termasuk para tokoh masyarakat terkait penerangan jalan di ruas jalan Gabugan–Gemolong, itu sering terjadi kecelakaan yang dimungkinkan gara-gara penerangan lampu yang kurang," ujar Dawam.
Menanggapi aduan tersebut, Dawam meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, untuk mengecek langsung kondisi di lapangan guna memastikan titik-titik lokasi yang membutuhkan penerangan tambahan.
"Kepada Pak Suparwoto selaku Kepala Dinas Perhubungan, mohon untuk bisa krocek di lapangan. Banyak sekali warga dan tokoh masyarakat yang menyampaikan hal ini agar bisa ditindaklanjuti," tambahnya.
Dawam berharap Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen dapat merespons cepat keluhan warga tersebut dan segera merealisasikan penambahan atau perbaikan penerangan jalan demi keselamatan para pengguna jalan. ( Wah/SD )

Social Header