Breaking News

Lapor Presiden RI : Ambruk Duluan Sebelum Direhab! Atap SDN Karanganyar 3 Sragen Runtuh Dini Hari

SUARA DAERAH SRAGEN — Musibah kembali menimpa dunia pendidikan di Kabupaten Sragen. Belum lama atap MIM di Sambungmacan roboh, kini Atap bangunan ruang kelas SDN Karanganyar 3, yang terletak di Dukuh Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, mendadak juga runtuh pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Meski insiden terjadi di waktu dini hari yang sunyi, peristiwa ini langsung memicu perhatian publik mengingat kondisi bangunan sekolah yang sudah lama memprihatinkan dan dibangun sejak tahun 2013.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, peristiwa ambruknya atap pertama kali diketahui oleh warga setempat, Parinem, yang langsung mengabarkan pada Kepala SDN Karanganyar 3, Sri Sunarni. Tak berselang lama, Polsek Sambungmacan bersama Pamapta dan Tim Inafis Polres Sragen langsung terjun ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kabar baik di balik insiden menegangkan ini adalah dipastikannya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Pihak sekolah ternyata telah mengantisipasi potensi bahaya jauh-jauh hari.

Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno menyampaikan berdasarkan keterangan kepala sekolah bahwa bangunan ruang kelas yang atapnya runtuh tersebut sudah dikosongkan dan tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak Januari 2026. Langkah preventif ini diambil karena kondisi fisik bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

Lantas yang membuat peristiwa ini semakin menarik perhatian adalah fakta bahwa nasib bangunan rusak tersebut sebenarnya sudah menemui titik terang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen bergerak cepat merespons kerusakan jauh sebelum atap tersebut ambruk.

Kepala Disdikbud Sragen, Purwanti, yang telah meninjau dan memvalidasi langsung lokasi di lapangan, menyatakan bahwa sekolah tersebut sudah masuk dalam daftar prioritas revitalisasi.

"Ini tadi sudah kami tinjau ke lapangan. Sekolah tersebut sudah masuk revitalisasi rehab ruang kelas. RAB sudah selesai dibuat untuk 4 ruangan, tinggal dikerjakan," ujar Purwanti.

Tercatat, usulan anggaran revitalisasi untuk sekolah rusak ini menggelontorkan dana sebesar Rp 345.112.323. Renovasi besar-besaran yang mencakup empat ruangan tersebut rencananya baru akan mulai dikerjakan pada Rabu, (26/8/2026) hanya terpaut dua hari dari insiden runtuhnya atap. "Besok sudah bisa dikerjakan," pungkas Kadisdikbud Sragen.

Persoalan atap sekolah yang sudah rusak dapat ambruk dan membahayakan para siswa. Maka diharapkan oleh masyarakat agar Presiden RI mendukung perbaikan dan semua kadisdik seluruh Indonesia diperintahkan melakukan langkah cepat perbaiki sekolah guna fungsi sekolah tidak terganggu.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID