Breaking News

Hiruk-Pikuk Isu Medsos Muktamar NU, Ketua PCNU Sragen Pilih Jaga Jarak Soal Arah Dukungan

.
SUARA DAERAH SRAGEN — Menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, dinamika di tingkat akar rumput mulai menghangat. Berbagai isu liar dan informasi yang beredar di media sosial turut mewarnai persiapan keberangkatan para pengurus cabang menuju arena muktamar.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen tidak hanya menonton. Sejumlah bendera dan panji NU dikibarkan di titik strategis di Sragen. Pihak PCNU menegaskan bahwa langkah itu sebagai bentuk dukungan digelar muktamar NU.

Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen, Dr. KH. Sriyanto, menanggapi santai maraknya arus informasi dan isu-isu yang berseliweran di ruang digital terkait bursa pencalonan maupun dinamika muktamar. Menurutnya, banyak informasi di media sosial yang belum tentu valid kebenarannya.

"Wah, terkait isu itu ramai di medsos. Tapi, saya belum mengerti betul mana yang valid," ujar Sriyanto saat dikonfirmasi mengenai berbagai isu yang berkembang di platform digital.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa jajaran PCNU Sragen tetap fokus pada substansi kehadiran mereka untuk menyukseskan agenda tertinggi organisasi tersebut. Terkait teknis keberangkatan, Sriyanto mengungkapkan bahwa perwakilan dari Sragen memilih bergerak secara mandiri demi efektivitas dan kepastian kehadiran di lokasi acara.

"Kami dari Sragen berangkat sendiri, berjumlah empat orang, dan langsung menuju ke lokasi pendaftaran untuk menempati tempat yang telah disediakan oleh panitia," imbuhnya.

Di sisi lain, ketika disinggung mengenai arah dukungan politik atau preferensi suara PCNU Sragen terhadap bursa pemilihan Ketua Umum PBNU di tengah memanasnya isu aturan tata tertib dan dinamika kandidat di media sosial, Sriyanto memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban pasti.

Lantas keberangkatan mandiri ini, PCNU Sragen memilih untuk mengambil jarak dari hiruk-pikuk spekulasi digital dan memilih fokus mengawal jalannya Muktamar ke-35 NU secara langsung di Jombang.

Karena dinamika media sosial terkait perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) cukup panas. Karena ada isu yang. Menekankan agar pengamanan atau akses masuk lokasi pemilihan diprioritaskan hanya bagi yang memiliki hak suara sah, yaitu Ketua Tanfidziyah (PCNU dan PWNU) serta Rois Syuriyah (PCNU dan PWNU).

Bahkan Mengatur penjemputan khusus menggunakan mobil HiAce bagi pemegang hak suara langsung dari bandara, stasiun, atau dermaga ke hotel di Surabaya, sementara Katib Syuriyah dan Sekretaris diangkut menggunakan bus panitia pusat. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID