Breaking News

Dari Ciampea Kabupaten Bogor Untuk Rakyat, BAPEKSI Tegaskan Perjuangan: Ekonomi Mandiri, Budaya Terjaga, Demokrasi Menguat

BOGOR — SuaraDaerah.id || Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Barisan Pejuang Demokrasi (BAPEKSI) menjadi ruang penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan arah perjuangan yang semakin dekat dengan kepentingan masyarakat.

Peringatan HUT ke-2 BAPEKSI digelar di Villa Padiras, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026) Kegiatan tersebut mengusung tema “Merapatkan Barisan, Menguatkan Perjuangan Demokrasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut *Ketua Umum DPP BAPEKSI Mayjen TNI (Purn) Dr. H. TB. Hasanuddin, SE., MM., Sekretaris Jenderal BAPEKSI Bahroji, serta Ketua DPC BAPEKSI Kabupaten Bogor Eka Hari Jhayanti*, bersama jajaran pengurus dan perwakilan BAPEKSI dari berbagai wilayah.

Peringatan dua tahun BAPEKSI kali ini tidak sekadar menjadi seremoni organisasi. Sejumlah agenda strategis turut mewarnai kegiatan, mulai dari peluncuran logo baru BAPEKSI, pengukuhan PAC BAPEKSI se-Kabupaten Bogor, penguatan UMKM melalui pelatihan Batik Ciwitan khas Bogor, monitoring Klinik Hukum LBH BAPEKSI hingga konsolidasi organisasi.

Bahroji: Demokrasi Harus Punya Fondasi Ekonomi Sekretaris Jenderal BAPEKSI, Bahroji, menegaskan bahwa memasuki usia dua tahun, organisasi harus mampu menerjemahkan perjuangan demokrasi dalam bentuk yang lebih nyata dan menyentuh kehidupan masyarakat.

Menurutnya, demokrasi tidak semestinya hanya dipahami sebatas aktivitas politik. Ada fondasi yang harus diperkuat terlebih dahulu, yakni kemandirian ekonomi masyarakat.
Bagaimana teman-teman anggota ini memiliki kemandirian secara ekonomi, baru kemudian ada kemandirian secara kebudayaan dan kemandirian secara politik. Itu alurnya,” ujar Bahroji.

Ia menilai masyarakat yang memiliki kemandirian ekonomi akan mempunyai ruang yang lebih kuat untuk menentukan sikap, menjaga kebudayaan, serta berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Karena itu, BAPEKSI berupaya mendorong anggotanya agar tidak hanya aktif dalam ruang organisasi, tetapi juga mempunyai kemampuan ekonomi yang dapat menopang kehidupan mereka secara mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, Bahroji juga memperkenalkan logo baru BAPEKSI yang disebut memiliki filosofi lebih inklusif dan mencerminkan semangat perjuangan organisasi.

Momentum ulang tahun ini kita jadikan untuk launching logo baru. Logo baru ini lebih inklusif dan memiliki makna yang lebih terang dengan berbagai elemen di dalamnya, ungkapnya.

 Eka Hari Jhayanti: UMKM Harus Naik Kelas Sementara itu, Ketua DPC BAPEKSI Kabupaten Bogor Eka Hari Jhayanti, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor UMKM, menjadi salah satu perhatian utama BAPEKSI memasuki tahun kedua.

Ia menekankan bahwa program pemberdayaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Harus ada keterampilan, pendampingan dan peluang ekonomi yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Salah satu langkah yang mulai dipersiapkan adalah pengembangan Batik Ciwitan khas Bogor. Alhamdulillah, di tahun kedua ini semakin peduli terhadap UMKM. Kami di bawah disiapkan untuk UMKM. Untuk tahap pertama, direncanakan Batik Ciwitan khas Bogor,” kata Eka.

Menurutnya, Batik Ciwitan memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan masyarakat.

Namun, Eka menegaskan, program tersebut tidak akan berhenti pada sektor batik.

Kita berharap tidak hanya batik saja, tetapi banyak UMKM yang akan dikembangkan lagi oleh BAPEKSI. Didampingi, dibina, dan akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi lagi, tegasnya.

Program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk kaum perempuan, untuk memperoleh keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga.

 Hampir 300 Peserta Hadiri Konsolidasi Semangat konsolidasi juga terlihat dari kehadiran pengurus BAPEKSI dari berbagai wilayah.

Khusus Kabupaten Bogor, perwakilan disebut hadir dari 40 kecamatan. Selain itu, kegiatan turut dihadiri jajaran BAPEKSI dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat, serta perwakilan DPD BAPEKSI Banten dan DKI Jakarta.

Sekjen BAPEKSI Bahroji menyebut hampir 300 peserta mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-2 tersebut.

Kehadiran jajaran pimpinan organisasi, mulai dari Ketua Umum DPP BAPEKSI, jajaran DPD, hingga para Ketua DPC, menjadi momentum untuk menyatukan kembali langkah dan memperkuat struktur organisasi.

Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi bekal BAPEKSI dalam menjalankan berbagai agenda pemberdayaan masyarakat ke depan.  Batik Ciwitan, Dari Budaya Menuju Kemandirian Ekonomi

Pelatihan Batik Ciwitan khas Bogor menjadi salah satu simbol bahwa perjuangan pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi lokal.

BAPEKSI mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk, membangun usaha dan menciptakan sumber pendapatan secara mandiri.

Pendampingan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, kapasitas pelaku usaha sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Dengan demikian, kebudayaan lokal tidak hanya dijaga sebagai warisan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Tiga Fondasi Perjuangan BAPEKSI Memasuki usia dua tahun, BAPEKSI memperlihatkan arah perjuangan yang menempatkan **kemandirian ekonomi, kemandirian kebudayaan dan kemandirian politik* sebagai tiga fondasi yang saling berkaitan.

Bagi BAPEKSI, demokrasi tidak cukup hanya dibicarakan di ruang politik. Demokrasi harus tumbuh dari masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.

Rangkaian HUT ke-2 di Ciampea pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut.

Eka Hari Jhayanti berharap seluruh jajaran BAPEKSI semakin aktif hadir di tengah masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Bersama BAPEKSI, kita berharap saya pribadi dan teman-teman seluruh pengurus BAPEKSI lebih berguna dan bermanfaat, berbuat dan berjuang untuk rakyat, tuturnya.

Peringatan HUT ke-2 BAPEKSI di Ciampea akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi  titik konsolidasi untuk memperkuat perjuangan, menggerakkan ekonomi kerakyatan, menjaga kebudayaan dan membangun demokrasi yang berakar pada masyarakat yang mandiri.

*BAPEKSI GERAK UNTUK RAKYAT.*

*BOGOR, 29 AGUSTUS 2026*
(Jac)
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID