SUARA DAERAH SRAGEN – Untuk akhiri polemik panjang sengketa air di perbatasan Desa Jono dan Gawan akhirnya menemui titik terang. Pasca-inspeksi mendadak oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, pada Rabu (5/8/2026) lalu, para petani secara sukarela membongkar tanaman jagung dan padi yang selama ini menghuni lahan saluran irigasi. Tanaman yang sejatinya belum saatnya panen itu pun terpaksa dipanen lebih awal dan dijadikan pakan ternak.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen petani terhadap instruksi Bupati terkait pemulihan fungsi saluran pembuangan air yang sebelumnya sempat beralih fungsi menjadi lahan tanam pribadi.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menegaskan, pengerjaan fisik saluran irigasi di wilayah tersebut kini telah rampung. Pihaknya berupaya keras mengembalikan sirkulasi air agar tidak lagi memicu banjir tahunan yang merugikan petani.

"Kami telah menyelesaikan pembangunan saluran air. Dengan selesainya irigasi ini, harapannya tidak ada lagi sirkulasi yang terhambat. Saya minta masyarakat tidak lagi memanfaatkan area saluran untuk kepentingan pribadi agar fungsi drainase tetap optimal," tegas Bupati Sragen Pamungkas 

Tak tanggung-tanggung, Bupati menginstruksikan Camat, Lurah, hingga Kepala Desa untuk terus memantau dan menjaga ketertiban di area tersebut agar tidak kembali dikuasai oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sukardi, perwakilan petani Desa Jono, mengakui bahwa kesadaran warga tumbuh. Hingga Sabtu (8/8/2026) tampak kesibukan di sepanjang jalur irigasi sepanjang kurang lebih 3 kilometer, Petani bahu-membahu mencabut dan menebang tanaman mereka.

"Kemarin Pak Sigit Pamungkas meninjau langsung, beliau memberi perintah untuk membersihkan. Kami sadar, ini demi kebaikan bersama agar banjir tidak terulang lagi. Tanaman yang kami cabut ini ya akhirnya kami jadikan pakan ternak," ujar Sukardi.

Menurut Sukardi, para petani kini menaruh harapan besar pada rencana jangka panjang Pemkab Sragen. Pasalnya, selain normalisasi saluran, Bupati menjanjikan pembangunan akses jalan cor blok yang menghubungkan Desa Gawan hingga Brumbung pada tahun 2027 mendatang.

Langkah "bersih-bersih" ini dipandang sebagai prasyarat bagi mulusnya proyek infrastruktur tersebut. Dengan saluran yang kembali terbuka dan bersih, Pemkab kini memiliki ruang untuk merealisasikan pembangunan akses jalan yang selama ini dinanti warga.

Pemulihan fungsi saluran ini menjadi babak baru bagi warga Jono dan Gawan. Jika sebelumnya hubungan antar-desa sempat tegang akibat "perang air", kini mereka diharapkan bisa bergotong-royong menjaga aset publik demi terbebas dari ancaman banjir yang selama ini menghantui ekonomi keluarga petani. 

Jurnalis Wahono