Jurnalis Wahono 6/11/2026
SUARA DAERAH SRAGEN — Awan mendung dan guyuran hujan sepekan terakhir di Kabupaten Sragen ternyata belum sepenuhnya menghapus dahaga warga di kawasan utara Sungai Bengawan Solo. Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih menyisakan derita, memantik nurani Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Amal Sehat Sragen untuk turun tangan.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dalam rangka memperingati Milad ke-33, rumah sakit swasta terkemuka di Bumi Sukowati ini menggelar aksi kemanusiaan: menyalurkan 33 tangki air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Jumlah 33 tangki tentu bukan angka kebetulan. Ini merupakan simbol angka usia RSUI Amal Sehat yang puncak peringatannya bakal tumpah ruah pada 29 November 2026 mendatang.
Bantuan air segar tersebut tidak hanya berputar di Sragen, melainkan merangsek hingga daerah perbatasan. Distribusi menyasar 17 titik krusial di Kecamatan Jenar, Tangen, Mondokan, bahkan menembus hingga Desa Krajan di Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Ketua Dewan Pengawas RSUI Amal Sehat Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, turun langsung ke lapangan mengawal dropping air tersebut. Kehadiran mantan bupati Sragen dua periode yang akrab disapa Mbak Yuni ini sontak menjadi magnet sekaligus pelepas rindu bagi warga setempat. Di sela-sela peninjauan, ia tampak akrab berdialog dengan warga yang semringah menyambut kedatangan truk tangki air.
"Bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian RSUI Amal Sehat kepada warga terdampak kekeringan. Semoga bermanfaat dan meringankan beban hidup warga," ujar Yuni di hadapan warga penerima manfaat.
Distribusi air disesuaikan dengan tingkat keparahan krisis di tiap wilayah. Desa Krajan RT 001 dan RT 002 Randurejo, Pulokulon, Grobogan, tercatat sebagai penerima terbanyak dengan gelontoran enam tangki. Menyusul di belakangnya, Desa Towo Denanyar RT 011 Tangen dan Dukuh Jurang RT 007 Desa Sono, Mondokan, masing-masing menerima empat tangki.
Adapun wilayah seperti Dukuh Jarak Banyurip, Dukuh Doro Banyurip, Sidorejo, Desa Jenar, hingga Pulerejo masing-masing mendapat jatah dua tangki, sementara sisanya menerima satu tangki.
Refleksi Milad: Pacu Kinerja Menuju Pelayanan Prima
Aksi sosial air bersih ini hanyalah pembuka dari rangkaian panjang Milad ke-33 RSUI Amal Sehat. Sebelumnya, manajemen telah menggelar senam sehat massal, konsultasi kesehatan gratis, hingga baksos pengobatan bagi masyarakat sekitar.
Puncak perayaan sendiri secara kalender jatuh pada Minggu, 29 November 2026, namun seremoni internal bakal dihelat sehari berselang, Senin, 30 November 2026. Beragam acara meriah telah disiapkan, mulai dari jalan sehat hingga pentas seni kreatif dari anak-anak pegawai rumah sakit.
Memasuki usia ke-33, Yuni melontarkan refleksi terbuka ihwal dinamika dunia kesehatan saat ini. Menanggapi hasil akreditasi rumah sakit yang kini berada di tingkat Utama—setelah sebelumnya memegang predikat Paripurna—ia menanggapinya secara realistis.
"Semua rumah sakit di Sragen barangkali mengalami dinamika yang sama, turun dari paripurna ke utama," tutur Yuni bijak.
Kendati demikian, momentum milad ini dijadikan pelecut semangat seluruh civitas hospitalia RSUI Amal Sehat untuk berbenah. Komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan medis, memperbaiki sistem internal, dan memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat Sragen menjadi harga mati yang terus dipegang teguh.

Social Header