Jurnalis Wahono 3/11/2026.
SUARA DAERAH SRAGEN —Jalan rusak berat di abaikan memantik kekecewaan mendalam menyelimuti warga Dukuh Mbakpo, RT 12, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Sudah lebih dari dua dekade atau 20 tahun lebih, ruas jalan kabupaten yang melintas di wilayah mereka rusak parah dan nyaris terputus.
Alih-alih mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun Provinsi, warga justru harus mengelus dada lantaran permohonan perbaikan jalan yang mereka ajukan sejak lama seolah diabaikan begitu saja. Aksi viral Sunarso Kades Ngepringan mandi di kubangan jalan pada awal tahun lalu hanya dianggap angin lalu. Warga makin sakit hati saat Gubernur Jateng melontarkan alasan jalur tersebut dinilai "tidak bermanfaat bagi akses masyarakat." pada suatu kegiatan.
Pernyataan itu kontras dengan realitas di lapangan. Ketua RT 12, Sri Mulyono, mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga sekitar yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai petani dan pekebun tebu.
"Masyarakat sudah mengajukan ke pemerintah daerah sampai ke tingkat kabupaten dan gubernur, tapi jawabannya jalan sini tidak bermanfaat. Padahal, jalur ini sangat penting untuk jalur ekonomi, khususnya angkutan tebu per tahun yang jumlahnya banyak," ujar Mulyono di lokasi kerja bakti, pada hari Selasa (3/11/2026)
Kondisi jalan yang kian mengkhawatirkan dan nyaris ambrol menjelang musim penghujan membuat warga tidak punya pilihan lain. Dipimpin semangat gotong royong, sekitar 60 warga bahu-membahu melakukan kerja bakti sejak tiga hari terakhir untuk membangun talut sender secara swadaya murni.
Warga terpaksa merogoh kocek pribadi secara patungan untuk membeli urug dan sirtu agar kendaraan tetap bisa melintas. Untuk proyek darurat pembangunan talut kali ini saja, warga telah menghabiskan lebih dari 110 sak semen, hasil sumbangan swadaya serta bantuan minim dari pihak legislatif setempat.
Warga lainnya, Opik Naroto, 40, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap minimnya kehadiran pemerintah. Terlebih, warga selama ini dikenal taat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan termasuk kebijakan pajak opsen baru yang membuat iuran kian mahal. Namun hak mereka atas infrastruktur yang layak seakan dirampas.
"Harapannya ke depan, tolonglah. Kami juga masyarakat Sragen, kami tertib membayar pajak, tolong perhatikan karena ini ruas jalan utama. Kalau masalah duit pajak buat undian, kami malah belum paham. Yang jelas, kami berharap uang dari pajak bisa dioptimalisasikan untuk ruas jalan yang benar-benar parah seperti ini," tegas Opik dengan nada geram.
Warga Mbakpo kini hanya bisa berharap agar para pemangku kebijakan di tingkat kabupaten maupun provinsi membuka mata lebar-lebar. Jangan sampai keselamatan anak-anak sekolah dan para pengguna jalan yang melintas di jalur maut tersebut menjadi korban akibat lambannya penanganan dari pemerintah.
Opik menjelaskan sejauh ini bantuan semen didapat dari salah satu anggota DPRD Sragen Supriyanto. Selain itu juga gotong royong masyarakat. Meluangkan waktunya untuk bekerja bakti meski harus mencari nafkah demi perbaikan jalan ini.

Social Header