Breaking News

Sragen Akan Masuk Rekor MURI Lagi , Setelah Sukses Gelar Festival Sambel Tumpeng dan Pendekar Nusantara

SUARA DAERAH SRAGEN –Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar Festival Pendekar Nusantara diikuti oleh 17 perguruan pencak silat yang  berkembang di Bumi Sukowati, Festival Pendekar Nusantara digelar yang pertama kali,  Perpaduan seni bela diri dan budaya mewarnai puncak Festival Pendekar Nusantara 2026 berlangsung di halaman Kantor Pemda Terpadu Kabupaten Sragen, Minggu malam (25/10/2026). dihadiri oleh ribuan pengunjung sehingga halaman Pemda juga di penuhi berbagai pedagang yang tergabung dalam UMKM..

Kabupaten Sragen mencatat dua Festival besar yang masuk rekor MURI, setelah sukses menggelar festival Sambel Tumpeng tahun 2026, untuk tahun ini Pemda Sragen menggelar Festival Pendekar Nusantara yang di ikuti 3000 pendekar dari 17 perguruan pencak silat yang berkembang di Bumi Sukowati, selain memupuk tali persaudaraan antar perguruan, festival ini berpotensi masuk rekor MURI lagi.

Festival Pendekar Nusantara digelar sejak 23 Oktober berakhir Minggu malam 25 Oktober 2026 ini menjadi upaya menjaga dan  melestarikan seni pencak silat sekaligus mempererat persaudaraan antarperguruan untuk mewujudkan perdamaian di Bumi Sukowati.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan, festival ini menjadi ikhtiar melestarikan tradisi pencak silat. Menurutnya, Sragen memiliki potensi besar dalam pelestarian bela diri tradisional, dengan 17 perguruan silat yang aktif dan hampir 100.000 warga yang setidaknya pernah mengikuti latihan silat.

“Ada banyak perguruan silat yang eksis dan melahirkan para pendekar. Melalui kegiatan ini, kita ingin menjaga tradisi sekaligus menjalin persaudaraan antarperguruan untuk bersama-sama membangun Sragen,” ungkapnya.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas berharap, festival ini tidak berhenti sebagai agenda pertunjukan semata, tetapi berkembang menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi antarperguruan silat. Semangat yang terbangun diharapkan terus terjaga setelah festival usai, sehingga pencak silat semakin berkembang sebagai warisan budaya yang membanggakan, wadah pembinaan generasi muda, dan bagian dari penguatan persatuan masyarakat Sragen.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sragen, Agus Winarno, menjelaskan Festival Pendekar Nusantara dirancang untuk menunjukkan pencak silat tidak hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga memiliki nilai budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata, penggerak ekonomi, dan sarana pemberdayaan masyarakat.

“Sebagai kegiatan perdana, kami akan memantau respons masyarakat dan para pendekar sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan ke depan. Tujuan awal festival ini adalah mendorong pegiat persilatan agar bersinergi, baik antar perguruan maupun dengan pemerintah daerah, untuk bersama-sama membangun Sragen, khususnya melalui pemberdayaan potensi masyarakat pendekar,” tegasnya 

Agus Winarno menambahkan, Festival ini juga menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui gerakan serentak dengan jurus khas masing-masing perguruan. Saat ini, hasil validasi dari MURI masih ditunggu dan diperkirakan keluar dalam satu hingga dua minggu." ujarnya.

Beragam penampilan mengisi malam puncak, mulai dari pertunjukan silat seni, drama teatrikal silat kolosal Pendekar, musik etnik, hingga Awarding Festival Silat Seni. Penghargaan diserahkan kepada 17 perguruan silat sebagai apresiasi atas partisipasi dan kontribusi mereka dalam menyukseskan festival serta melestarikan pencak silat di Sragen.

Panggung malam puncak turut diramaikan bintang tamu spesial Master Limbad. Aksi memakan paku dalam jumlah banyak menjadi sajian yang mengundang decak kagum penonton dan menambah daya tarik para pengunjung.

Berikut daftar 17 perguruan pencak silat yang ikut mensukseskan Festival Pendekar Nusantara tahun 2026 :
• Pagar Nusa (Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa)
• Keluarga Silat Asto Aji (ASTO AJI)
• Persinas ASAD (Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai)
• PSHW Tunas Muda Winongo (Persaudaraan Setia Hati Winongo)
• Garuda Sakti
• PSHT Cabang Sragen (Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Sragen)
• PSHT 1922 / PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun
• Porsigal (Pendidikan Olahraga Silat Indah Garuda Loncat)
• PSH (Persaudaraan Setia Hati)
• Keluarga Persilatan Ki Ageng Pandan Alas
• Tapak Suci Putra Muhammadiyah
• IKSPI Kera Sakti (Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti)
• Perisai Diri (Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri)
• Cempaka Putih
• Persaudaraan Mawas Diri
• Partisan Kumbang Malam
• Lingkar Pusaka Siliwangi (LPSI) (atau kelompok perguruan seni bela diri pendukung dalam aliansi Forkpss Sragen)*( WahSD)
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID