Breaking News

Puncak Kemarau Landa Sragen, BRI Kirim 55 Truk Tangki Air ke Delapan Kecamatan

SUARA DAERAH SRAGEN — Puncak musim kemarau yang melanda Kabupaten Sragen kian memperhatinkan. Gelombang kekeringan yang meluas membuat ribuan warga di berbagai wilayah pelosok, mulai dari Kecamatan Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, hingga Jenar, harus berjuang ekstra demi mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan harian.

Menjawab krisis air yang kian mendesak ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sragen bergerak cepat menyalurkan kepedulian sosialnya. Melalui Yayasan Baitul Mal (YBM) Brilian, BRI mengalokasikan bantuan sebanyak 55 armada truk tangki air bersih yang disebar secara bertahap ke titik-titik lokasi paling terdampak.

Prosesi pelepasan bantuan dimulai pada Rabu (21/10/2026). Sebagai langkah awal, sebanyak 10 armada tangki air bersih diberangkatkan menuju lima kecamatan yang berada dalam kondisi darurat kekeringan terparah, yakni Jenar, Tangen, Gesi, Mondokan, dan Sumberlawang.

Pemimpin Cabang BRI Sragen, Fatchurrosyd Wardana, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud ketulusan serta kepedulian  BRI terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar di tengah keterpurukan akibat bencana musiman.

"Ini adalah bukti nyata bahwa BRI tidak hanya berfokus pada aktivitas bisnis semata, tetapi juga memiliki kepekaan nurani terhadap kondisi masyarakat. Saat ini, Kabupaten Sragen berada di puncak musim kemarau dan kekeringan meluas di mana-mana. Bantuan air bersih ini menjadi kebutuhan yang sangat krusial," ujar pria yang akrab disapa Rosid tersebut usai pelepasan armada bantuan.

Rosid memaparkan, total 55 tangki air yang disiapkan membawa pasokan air bersih berkualitas tinggi dengan kapasitas sekitar 8.000 liter per tangki, yang diangkut langsung dari mata air pegunungan Gunung Lawu. Total bantuan ini setara dengan 440.000 liter air bersih.

"Hari ini kita berangkatkan 10 tangki gelombang pertama untuk wilayah Jenar, Tangen, Gesi, Mondokan, dan Sumberlawang. Sebanyak 45 tangki sisanya akan terus menyusul dan disalurkan secara bertahap," terangnya.

Agar penyaluran tepat sasaran dan tidak tumpang-tindih dengan bantuan relawan atau lembaga lain, YBM Brilian BRI menerjunkan jaringan internalnya di lapangan. Mengoptimalkan 38 unit kerja BRI yang tersebar di pelosok Sragen, para petugas melakukan survei, pemetaan, dan koordinasi intensif bersama perangkat desa setempat.

"Koordinasi dengan pemerintah desa sangat penting agar penanganan kekeringan ini efektif. Rekan-rekan dari BRI Unit telah mengecek langsung ke lokasi terisolir yang paling membutuhkan ulur tangan," imbuh Fatchurrosyd. ( WahSD)
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID