Breaking News

PSHT Cabang Sragen Sampaikan Klarifikasi, Mendukung Penuh Festival Pendekar Nusantara Pemecahan Rekor MURI

SUARA DAERAH SRAGEN — Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang sempat beredar mengenai rencana ketidakhadiran mereka dalam rangkaian acara Festival Pendekar Nusantara. Sempat dikabarkan akan menarik diri, PSHT Cabang Sragen memastikan bahwa mereka tetap berkomitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan acara pemecahan Rekor MURI gerak kolosal yang melibatkan 17 perguruan silat di Kabupaten Sragen.

Ketua Cabang PSHT Sragen Suwanto menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mengedepankan kepentingan yang lebih besar di atas ego pribadi maupun kelompok. Menurutnya, pemecahan rekor MURI ini melibatkan 17 perguruan, sehingga jika ada satu pihak yang menarik diri, dikhawatirkan dapat berdampak pada kegagalan acara secara keseluruhan.

"Kami tidak ingin MURI Kabupaten Sragen gagal. Oleh karena itu, pemecahan MURI tetap harus kita dukung maksimal dan kita risiko," ujarnya.

Selain mendukung pemecahan rekor MURI, PSHT Cabang Sragen juga menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan karnaval, serta pengisian stan dan penampilan dalam ajang Serawung Silat maupun Gerak Silat. Pihak pengurus menegaskan bahwa keikutsertaan stan mereka nantinya akan lebih difokuskan pada kegiatan edukasi untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat luas.

Pihak PSHT Sragen juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah meluangkan waktu untuk meliput dan menyebarkan informasi yang objektif kepada masyarakat. Melalui langkah ini, PSHT Sragen berharap kegiatan-kegiatan kebudayaan dan pencak silat di Kabupaten Sragen dapat berjalan dengan lancar, sukses, serta membawa nama baik daerah.

Terpisah, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun siap mengerahkan 1.000-an pesilat dalam karnaval pendekar yang bakal dihelat pada Sabtu (24/10/2026) sore. Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto, sudah memerintahkan setiap ranting untuk menyiapkan personel minimal 50 orang dan tidak ada batasan maksimal. 

“Ya, setiap ranting minimal 50 orang. Maksimalnya tidak terbatas. Mereka dari siswa, warga, dan pamter. Mereka akan meramaikan karnaval, sedangkan untuk pemecahan Muri ada 30 orang. Dalam karnaval, kami hanya sebagai peserta.( WahSD)
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID