SUARA DAERAH SRAGEN – Ancaman penipuan digital berkedok investasi ilegal semakin menuntut masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Menyasar generasi muda sebagai kelompok yang perlu dibekali pemahaman sejak dini, Satbinmas Polres Sragen menggelar pembinaan dan penyuluhan (binluh) wawasan kebangsaan sekaligus edukasi pencegahan kejahatan penipuan digital kepada sekitar 50 siswa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Saindo Sragen.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di ruang kelas LPK Saindo tersebut menjadi langkah preventif kepolisian untuk membangun kesadaran generasi muda agar lebih cermat dalam pergaulan, bijak mengelola uang, serta tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi melalui media sosial, masyarakat dihadapkan pada berbagai modus penipuan yang dapat menyasar siapa saja.
Tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan fantastis, janji hasil instan, hingga ajakan menyetorkan uang tanpa kejelasan legalitas menjadi hal yang patut diwaspadai.
Melalui penyuluhan tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya sikap kritis sebelum mengambil keputusan, terutama ketika berhadapan dengan tawaran yang melibatkan uang dan transaksi digital.
Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya melalui Kasat Binmas Polres Sragen AKP Dwi Ida Susiani menegaskan bahwa penguatan pengetahuan dan kewaspadaan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terjebak dalam berbagai bentuk kejahatan digital.
“Generasi muda harus pandai memilah dan memilih dalam pergaulan. Begitu pula dalam menggunakan uang, harus selalu berhati-hati dan jangan mudah percaya terhadap tawaran yang menjanjikan keuntungan besar tanpa mengetahui kebenaran dan legalitasnya. Jangan sampai ketidaktahuan justru membuat kita menjadi korban penipuan digital,” pesannya dalam materi penyuluhan.
Menurutnya, kewaspadaan tidak cukup hanya dengan memahami perkembangan teknologi, tetapi juga harus diimbangi kemampuan menilai informasi secara kritis.
Setiap tawaran yang beredar di media sosial maupun melalui pesan pribadi perlu diperiksa kebenarannya sebelum ditindaklanjuti, terlebih apabila meminta transfer uang atau menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal.
Para siswa juga diingatkan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan karena tekanan, bujukan, atau rasa takut kehilangan kesempatan. Memeriksa legalitas pihak yang menawarkan investasi melalui kanal resmi, tidak sembarangan membagikan data pribadi, serta berkonsultasi dengan orang yang tepercaya menjadi langkah penting untuk memperkecil risiko menjadi korban.
“Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik harus terus meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Miliki rasa ingin tahu yang positif, berpikir kritis, serta bangun moral yang baik. Dengan bekal tersebut, kita berharap generasi muda mampu tumbuh menjadi generasi Indonesia Emas yang cerdas, berkarakter, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan,” lanjutnya.
Selain mengedukasi siswa mengenai ancaman penipuan digital, pembinaan wawasan kebangsaan juga diarahkan untuk memperkuat karakter, tanggung jawab, dan kesadaran generasi muda dalam menjaga diri serta berperan positif di tengah masyarakat.
Kegiatan dipimpin oleh Ps. Kanit Bintibsos Aipda Wanja S, bersama anggota Brigpol Yanuar Fitri dan Brigpol Harjuna Kukuh Prayoga. Materi diberikan kepada sekitar 50 siswa LPK Saindo yang mengikuti penyuluhan dengan tertib.
Melalui kegiatan ini, Kasat Binmas Polres Sragen berharap para siswa tidak hanya mampu mengenali potensi bahaya investasi ilegal, tetapi juga dapat menjadi penyampai informasi positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kewaspadaan terhadap penipuan digital diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan, sehingga masyarakat tidak mudah terperdaya oleh berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi.( Wah SD)

Social Header