SUARA DAERAH SRAGEN – Sangat memperihatinkan terjadinya plafon ambrol di ruang guru SDN Cepoko 2 Sumberlawang yang menimpa dua orang guru langsung memantik reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen. Insiden buruk di lingkungan pendidikan ini dinilai bukan lagi sekadar musibah biasa, melainkan alarm keras atas berulangnya kasus kerusakan bangunan sekolah di wilayah Sragen.
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menyayangkan kejadian berulang yang mengancam keselamatan para tenaga pendidik dan siswa tersebut. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen harus segera berbenah mendasar, terutama dalam hal pendataan sarana dan prasarana sekolah.
"Kejadian bangunan sekolah rusak atau roboh ini sudah terjadi beberapa kali. Ini menandakan ada yang perlu dievaluasi total. Data sekolah yang diprioritaskan untuk perbaikan itu harus benar-benar valid, jadi pejabat atau tim teknis harus rajin turun langsung ke lapangan," ujar Sugiyamto tegas.
Menurut Sugiyamto, keterbatasan anggaran kerap menjadi alasan klasik lambatnya perbaikan fasilitas pendidikan. Pada APBD Perubahan tahun ini, alokasi anggaran renovasi sekolah tercatat hanya sekitar Rp 4 miliar. Jumlah tersebut diakui masih sangat jauh dari kata ideal untuk meng-cover banyaknya sekolah yang mengalami kerusakan fisik.
Kendati demikian, angin segar dihembuskan untuk perencanaan anggaran mendatang. Pada penetapan APBD 2027, pemerintah daerah merencanakan alokasi anggaran perbaikan sekolah melonjak hingga Rp 17 miliar.
Namun, Sugiyamto mengingatkan bahwa besarnya nominal angka tersebut tidak akan berdampak signifikan jika penyalurannya tidak tepat sasaran akibat data yang inaccurat. Anggaran di dinas pendidikan harus dimaksimalkan secara cermat berbasis kebutuhan riil.
"Kalau bicara berapa kebutuhan idealnya, ya kita harus melihat dan mengecek data faktual di lapangan dulu. Jangan sampai sekolah yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan justru terlewat dari daftar perbaikan," pungkasnya.
Sebelumnya, ruang guru SDN Cepoko 2 di Kecamatan Sumberlawang ambrol pada Rabu pagi (7/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Robohnya plafon tersebut menimpa guru yang tengah beristirahat hingga menyebabkan trauma dan luka-luka. Mirisnya, bangunan sekolah tersebut tergolong masih baru karena baru didirikan sekitar tahun 2020 lalu.
Sementara Kepala SDN 2 Cepoko Dwi Rahayu mengatakan baru beberapa tahun mendapat bantuan rehab sekolah dari Kementerian PUPR RI. Bantuan rehab itu pada era Presiden RI Joko Widodo. "Sebelumnya, pernah direhab, terakhir pembangunan tahun 2021 dari PUPR Pusat," kata Dwi Rahayu
Kepala Disdikbud Kabupaten Sragen Purwanti mengecek kondisi sekolah. Dia mengatakan pihaknya bersama Dinas PU Sragen telah mengecek kondisi SDN 2 Cepoko, Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Hasilnya, nantinya perbaikan SDN 2 Cepoko akan dilakukan dengan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Sragen 2026. "Kita membuat RAB kita upayakan penganggaran dari BTT kalau dari reguler (pengajuan langsung APBD Sragen 2026) sudah tidak bisa," jelasnya.
Pihaknya mengatakan, dalam rencana rehab akan dilakukan dengan pengerjaan kuda-kuda 3 ruang, hingga struktur dinding bangunan. Selain itu, nantinya akan, baguan struktur bangunan akan diperkuat lagi. ( Wah SD)

Social Header