Breaking News

Kasus Kabel Internet Bikin Celaka di Sragen Lima Provider Dikumpulkan Semuanya " Amnesia

SUARA DAERAH SRAGEN – Penyelidikan atas insiden kecelakaan tragis akibat jeratan kabel internet liar yang menimpa Sumiatun, 41, penjahit baju asal Desa Karangtalun, Tanon, mulai menemui babak baru. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sragen bergerak cepat mengumpulkan para penyedia jasa internet (ISP) yang beroperasi di wilayah Sumberlawang, Senin (5/10/2026) pagi.

Langkah tegas tersebut diambil guna melacak dan mengidentifikasi kepemilikan kabel fiber optic menjuntai (ngelewer) yang menjadi biang kerok patahnya tulang kaki korban.

Sekretaris Diskominfo Sragen Budi Yuwono mengungkapkan, sedikitnya lima vendor penyedia jaringan yang memiliki infrastruktur tiang di sekitar lokasi kejadian dipanggil langsung ke ruang Kepala Diskominfo. Kelima provider tersebut meliputi PT Telkom, PT Eforte, PT Tower Bersama Infrastructure (TBG), PT Jaringan Lintas Arta (JLA), serta Fastlink.

"Hari ini tadi kami panggil lima provider yang punya tiang di sekitar lokasi kejadian dalam rangka identifikasi dan verifikasi kepemilikan jaringan kabel fiber optic tersebut," ujar Budi Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026)

Namun, dalam pertemuan tersebut, belum ada satu pun vendor yang mengaku sebagai pemilik kabel berukuran kecil yang melintang rendah di Jalan Raya Tanon–Sumberlawang itu. Menurut Budi, umumnya setiap ISP resmi memiliki penanda khusus (marking) pada bentangan kabel milik mereka.

"Sampai sekarang mereka belum merasa memiliki kabel tersebut karena dari penanda (mark) ISP yang dicari belum ketemu," jelasnya.

Meski demikian, penelusuran tidak berhenti di situ. Diskominfo bersama tim teknis dari masing-masing provider kini tengah menguji dan melacak sisa bentangan kabel menggunakan alat khusus penelusur jaringan. 

"Pemeriksaan dan penelusuran terus dilakukan. Tapi kami belum berani menyebut nama atau melangkah ke pihak bersangkutan sebelum ada pembuktian resmi," tegas Budi.

Budi menegaskan bahwa melacak pemilik kabel sebenarnya bukanlah hal yang rumit jika menggunakan perangkat pelacak fiber optik. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga pemilik sah jaringan ditemukan dan bersedia bertanggung jawab penuh atas musibah yang menimpa korban.

"Harapan kami jelas, begitu pemilik kabel ketemu, mereka harus bertanggung jawab kepada korban agar penanganan medisnya bisa tuntas," pungkasnya.

Terpisah, Keberadaan kabel jaringan internet atau Wifi yang menjuntai (Ngelewer) rendah juga terjadi di ruas jalan utama Gawan menuju Suwatu atau tepatnya di wilayah Desa Gawan, Kecamatan Tanon.

Kabel wifi tersebut sebelumya udah menjuntai di depan rumah warga hampir 3 minggu. Akan tetapi pihak pemilik jaringan internet wifi milih abai dan diam tidak melakukan tindakan perbaikan.

Melihat aksi egois perusahaan wifi tidak memikirkan keselamatan warga akhirnya warga berinisiatif merekam video kondisi kabel yang Ngelewer tersebut dan diunggah ke media sosial hingga menarik perhatian warga.

Kondisi tersebut diunggah oleh pemilik akun TikTok Mbah Jolo atau mas Jiting mengonfirmasi bahwa kabel tersebut sempat membahayakan dan mengganggu pengguna jalan yang melintas, terutama kendaraan tinggi.

"Sebenarnya sudah lama (kendur), tapi dulunya sempat saya sampirkan ke atas pohon agar tidak mengganggu. Kemarin ada angkutan tinggi yang lewat lagi, jadi kabelnya menjuntai turun lagi," kata Jiting saat dihubungi awak media.

Ia menambahkan, karena berpotensi membahayakan para pengguna jalan, dirinya sempat berinisiatif merapikan kabel tersebut secara mandiri.( WahSD )
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID