Breaking News

Demi Kondusivitas PSHT Cabang Sragen Tak Berpartisipasi di Event Rekor MURI Yang Libatkan Para Pendekar

SUARA DAERAH SRAGEN — Jajaran pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen mengambil langkah taktis menyusul dinamika keamanan menjelang digelarnya Festival Pendekar Nusantara dan pemecahan Rekor Muri di Kabupaten Sragen. Organisasi pencak silat terbesar tersebut memilih untuk meminimalisasi potensi gesekan demi menjaga kondusivitas wilayah.

Ketua PSHT Cabang Sragen, Suwanto, didampingi Sekretaris Joko Waluyo, menegaskan bahwa pihaknya pada prinsipnya sangat mendukung dan men-support penuh kegiatan positif yang diinisiasi oleh Pemkab Sragen. Terlebih, event akbar tersebut bakal melibatkan ribuan peserta.

Namun, Suwanto tak menampik jika pihaknya adanya kekhawatiran di lapangan. Atmosfer atau situasi yang tertangkap jelang gelaran tersebut dinilai cukup dinamis dan memerlukan kehati-hatian ekstra.

"Kami sudah menyatakan di hadapan Pak Kapolres bahwa kami siap mendukung. Hanya saja, setelah kami mencermati dan melakukan rapat pertimbangan, ada kekhawatiran terkait penggunaan atribut silat. Demi menjaga kondusivitas, kami memilih mengalah dan menarik diri untuk tidak terlibat langsung sebagai partisipan," ujar Suwanto, Senin (19/10/2026)

Langkah "mengalah" ini bukan berarti PSHT Sragen berniat menghambat atau menghalang-halangi jalannya acara yang luar biasa tersebut. Sebaliknya, langkah taktis ini diambil agar tidak ada multitafsir atau celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Terlebih pihaknya juga menjadi terlapor untuk masalah terkait dualisme. "Daripada nanti menjadi preseden yang tidak baik, lebih baik kami menarik diri. Biar tidak ada pelesetan apakah kami ikut atau tidak. Kami ingin fokus menjaga kondusivitas Kabupaten Sragen," tandasnya.

Disinggung mengenai jaminan keamanan di lapangan meski PSHT tidak berpartisipasi langsung, Suwanto memastikan bahwa situasi dipastikan tetap aman dan nyaman. Pihaknya berkomitmen untuk tetap memberikan support moral demi suksesnya pemecahan rekor Muri dan gerak kolosal tersebut.

"Intinya kita mengurangi akses untuk terjadinya ketidakondusifan. Kami bagian dari Sragen, dan kami siap mengawal keamanan Sragen bersama-sama," pungkasnya.

Senada dengan sang ketua, Sekretaris PSHT Cabang Sragen, Joko Waluyo, menambahkan bahwa substansi utama dari keputusan ini adalah bagaimana Festival Pendekar Nusantara dan pemecahan Rekor Muri tetap bisa berjalan sukses. Pihaknya mendedikasikan dukungan penuh agar gawe besar Kabupaten Sragen itu sukses tanpa ekses.

"Poinnya bukan menarik diri lalu berhenti mendukung, melainkan bagaimana festival ini tetap berjalan walaupun kami harus posisinya sekadar menjadi penonton. Semua kami dedikasikan untuk Kabupaten Sragen yang sukses dalam penyelenggaraan," tegas Joko.waloyo . (WahSD)
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID