SUARA DAERAH SRAGEN --- Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Aulia Desa Dukuh Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen sulap tanah gersang menjadi tanah produktif yang menghasilkan uang puluhan juta rupiah, Green House Pancuran yang di tanami melon jenis Lavender dan the blues termasuk melon berkualitas , lokasinya sangat strategis dekat dengan kolam renang pancuran yang sama sama milik BUMDes Aulia Desa Dukuh.
Green House Pancuran telah di buka untuk umum, para pembeli bebas untuk memetik jenis melon yang ada, lalu ditimbang, pihak pengelola BUMDes mematok harga Rp 25.000/ kilogram ada dua jenis melon lavender dan blues dijamin manis .
Suryani warga Desa Galeh datang langsung di green house pancuran, memetik dua jenis melon warna kuning dan hijau,senang bisa memilih dan memetik sendiri di kebun melon milik BUMDes Aulia Desa Dukuh, tempatnya berdekatan dengan kolam renang, cukup bagus dan strategis, ini beli dua buah melon jenis Lavender di timbang hampir 3 kg yah hanya bayar Rp 70.000 " ujarnya.
Sunarto ketua BUMDes Aulia Desa Dukuh mengungkapkan bahwa, kami bersama pengurus lainnya, menyulap tanah tandus menjadi tanah produktif, memang kami harus mencari terobosan agar BUMDes memiliki pendapatan selain kolam renang, ia bersama pengurus studi banding ke daerah lain, untuk merubah tanah gersang dan tandus menjadi tanah yang produktif.
Akhirnya mendapatkan seorang pembimbing untuk membuka lahan tanah seluas 500 meter persegi, menjadi green house mampu di tanami 1000 pohon melon, dengan modal awal Rp 95.000.000,- sejak tanam pertama bulan desember 2025, bulan maret 2026 kami telah panen perdana mendapatkan uang Rp 29.000.000, dan bulan Juli panen kedua hasil penjualan melon Rp 22.000.000,-merosot karena diserang hama, dan tiga bulan berikutnya bulan Oktober 2026, green house dibuka untuk umum, warga bebas memilih jenis melon dan memetik sendiri di green house, mulai hari ini sudah banyak yang datang membeli melon "
Sunarto juga menjelaskan bahwa untuk panen ketiga ini hasilnya akan lebih baik, selain itu ditangani dirawat dengan baik, dan nihil hama yang jelas green house pancuran ini , ditangani dengan baik,yakin untuk panen ketiga ini hasilnya lebih baik '
Bab pemasaran melon tersebut cukup melalui medsos, para pengunjung berdatangan dari berbagai daerah seperti Gesi,Jenar, Sambungmacan dan dari Mantingan Ngawi, kebanyakan dari kalangan guru' terangnya.
Slamet Widodo Kepala Desa Dukuh sebagai pembina BUMDes Aulia, mengaku bahwa untuk mengelola tanah yang gersang menjadi tanah yang produktif memang tidak mudah , untuk membuat green house tersebut setidaknya mengeluarkan uang Rp 95 juta, untuk biaya paketan, untuk pembimbing, pembibitan, penanaman,dan perawatan hingga panen , memang harus berani untuk kemajuan BUMDes, yang menjadi kunci kesuksesan, pengurus harus membangun kepercayaan dan kebersamaan, meski mengelola kolam renang dengan green house (kebun melon) hingga sekarang berjalan dengan baik,ini awal yang baik juga " tuturnya (wah SD)

Social Header