SUARA DAERAH SRAGEN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 SMP Negeri 1 Sragen (Spensa) berlangsung semarak sekaligus sarat makna. Mengusung konsep gaya lama (vintage), momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak para siswa mengenang sejarah panjang perjalanan sekolah sekaligus mengapresiasi dukungan besar dari komite dan alumni.
Rangkaian peringatan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut diisi dengan berbagai ajang penyaluran bakat siswa. Mulai dari ajang pemilihan Mas dan Mbak Spensa, kompetisi cerdas cermat akademis, hingga pertunjukan seni tari dan olah vokal. Tak hanya itu, digelar pula kegiatan Spensa Run untuk menunjukkan eksistensi sekolah di bidang olahraga.
Kepala SMPN 1 Sragen, Suharsono, menjelaskan bahwa pemilihan tema gaya lama bertujuan agar para siswa tidak melupakan akar sejarah sekolahnya.
"Anak-anak sekarang jarang mengingat kembali sejarah SMP, apalagi kiprah para sesepuh dulu. Lewat pola, pakaian, dan desain lama ini, saya ajak mereka berpikir bagaimana sekolah ini dibangun. Ini bentuk rasa hormat kita kepada para pendahulu," ujar Suharsono di sela puncak acara.
Suharsono menekankan bahwa keberhasilan berbagai program sekolah tidak lepas dari sinergi yang luar biasa antara pihak sekolah, komite, dan para alumni. Kolaborasi ini dinilai sangat menyentuh kebutuhan langsung para siswa.
Salah satu bentuk dukungan nyata komite adalah mewujudkan kenyamanan ruang belajar siswa. Saat ini, seluruh ruang kelas di SMPN 1 Sragen telah dilengkapi dengan pendingin udara (AC).
"Prinsip dari komite, anak harus nyaman di kelasnya masing-masing. Mungkin ini satu-satunya sekolah di Kabupaten Sragen yang semua kelasnya ber-AC. Anak-anak jadi lebih betah belajar di dalam dan prestasinya terus meningkat," terangnya.
Dukungan tak kalah besar juga mengalir dari para alumni. Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi siswa yang berhasil menembus tingkat provinsi dan nasional, alumni memberikan berbagai bantuan alat penunjang. Mulai dari seperangkat drum kit elektronik, gitar listrik, hingga bantuan empat unit sepeda untuk siswa yang membutuhkan.
"Alumni melihat potensi adik-adiknya dan langsung memberikan support luar biasa. Ada hadiah alat musik untuk siswa berbakat, hingga sepeda agar anak-anak bisa mengayuh sepeda ke sekolah seperti para seniornya dulu," tambah Suharsono.
Momentum peringatan HUT ke-80 ini kian lengkap dengan torehan prestasi akademis. Suharsono menyebut, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMPN 1 Sragen berhasil menduduki peringkat pertama untuk kategori sekolah negeri se-Kabupaten Sragen. Lebih dari 10 siswa berhasil meraih nilai sempurna (100).
Pihak sekolah juga menerapkan metode unik berupa "Buku Besar". Buku ini berisi aspirasi dan keinginan siswa terkait pengembangan fasilitas serta program sekolah.
"Sekolah ini dibangun berdasarkan apa yang diminati siswa. Mulai dari penataan halaman, warna cat, hingga vertical garden, semuanya diwujudkan dari ide kreatif anak-anak yang direalisasikan bersama komite. Hubungan kami sangat harmonis, tidak ada komersialisasi, yang ada adalah program nyata untuk siswa," pungkasnya.( Wahono)

Social Header