SUARA DAERAH SRAGEN –Menuju Sragen lebih maju : Obrolan santai di ruang transit paripurna DPRD kadang tak bisa diremehkan. Siapa sangka, dari percakapan informal antartokoh itu, Sragen justru berpeluang memboyong bantuan ratusan unit becak listrik.
Awalnya, Wakil Bupati Sragen Suroto tak menyangka wacana tersebut bakal ditanggapi serius. "Namanya juga jabatan politik, sewaktu-waktu kita kan ndak tahu. Serius dan tidak seriusnya kan kita ndak tahu. Wong pas transit itu ada Pak Muslim (PKB), saya, Mbak Wahyu (Gerindra), sampai Pak Anggoro (PKS)," kenang Suroto.
Saat itu, sempat terlontar celetukan mengenai peluang memasukkan bantuan becak ke Kabupaten Sragen. Suroto pun merespons spontan. "Saya bilang, siap! Tapi ya saya belum berani lapor Bu Bupati, masalahnya ini tenanan (beneran) apa tidak," kelakarnya.
Namun, perkiraan itu meleset dalam arti positif. Wacana tersebut rupanya direspons serius oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Bahkan, telah muncul surat resmi mengenai kuota 171 unit becak listrik bantuan dari Presiden untuk Kabupaten Sragen.
"Nah, kalau sudah ada surat jelas dan serius begini, tertulis 171 becak listrik, ini nanti tinggal disosialisasikan dan didiskusikan. Tentu akan segera saya laporkan ke Bupati," ungkap Suroto usai menerima surat pemberitahuan dari pihak yayasan.
Meski unitnya belum tiba di Bumi Sukowati, Suroto menilai rencana bantuan ini sangat melegakan. Khususnya bagi para pengayuh becak konvensional yang usianya tak lagi muda.
Suroto bercerita, kondisi para tukang becak di lapangan, seperti di wilayah Gemolong cukup memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang belum memiliki armada sendiri dan harus menyewa harian.
"Kasihan, sudah tua harus genjot becak, masih harus bayar setoran sewa Rp 5.000, Rp 10.000, sampai Rp 15.000 sehari. Tenaganya rekoso (sangat lelah). Kalau ada becak listrik ini, mereka tak perlu bayar sewa dan tak perlu memeras keringat terlalu keras. Ini betul-betul ada rasa kemanusiaan," tuturnya.
Selain menyejahterakan tukang becak sepuh, kehadiran becak listrik ini diharapkan bisa menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus menekan keberadaan becak bermotor (bentor) hasil modifikasi yang kerap membahayakan.
"Di Sragen itu kan banyak bentor hasil 'membelah' motor, atau pakai mesin sedot sawah yang dimodifikasi. Harapan kita, becak listrik ini nantinya bisa meningkatkan perekonomian warga dan membantu mengurai kemiskinan di Sragen," pungkas Suroto. (Wahono)

Social Header