Breaking News

HIPMI Sragen Gandeng Investor dan Cari UMKM Yang Tahan Banting

SUARA DAERAH SRAGEN – Langkah nyata untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak sekadar bertahan hidup terus dilakukan di Kabupaten Sragen. Lewat sinergi strategis, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sragen resmi membuka kompetisi bisnis bertajuk "Juragan Sragen, Scale Up Business Competition".

Ketua HIPMI Sragen, Joko Pramono, mengungkapkan bahwa ajang ini dirancang bukan sekadar kompetisi biasa. Lebih dari itu, target utamanya adalah memetakan potensi bisnis lokal agar para pelaku UMKM di Bumi Sukowati bisa benar-benar naik kelas.

"Sasarannya adalah teman-teman pelaku usaha mikro dan kecil. Kita cari potensi bisnis dari berbagai wilayah di Sragen. Nantinya hasil kurasi akan kita susun menjadi katalog bisnis, bukan sekadar katalog produk, yang siap kita benturkan dan kolaborasikan dengan para investor," terang Joko.

Menariknya, kompetisi ini terbuka luas bagi seluruh sektor bisnis. Kriterianya, usaha yang dijalankan memiliki omzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahun. Respons masyarakat pun sangat tinggi, di mana tercatat lebih dari 70 pendaftar dari berbagai penjuru Sragen telah terdata.

Joko menjelaskan, penilaian tidak hanya melihat seberapa besar omzet yang diraih. Ada lima pilar utama yang dinilai oleh tim dewan juri independen, mulai dari tata kelola keuangan, operasional, SDM, kepemimpinan (leadership), hingga strategi promosi.

"Jadi omzet bukan penentu utama. Yang penting bagaimana pilar bisnisnya dibangun. Selain memperebutkan total hadiah uang tunai, voucher, dan barang senilai lebih dari Rp 200 juta, para peserta juga mendapat peluang besar untuk dilirik investor," tambahnya.

Dukungan penuh juga mengalir dari sektor perbankan lokal. Direktur BPR Syariah Sragen, Fachrudin, menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan global. Menurutnya, UMKM lokal Sragen memiliki potensi besar yang harus terus didampingi agar memiliki keunggulan kompetitif.

"Kita tidak ingin UMKM ini cuma tumbuh karena fomo atau musiman semata. Mereka harus punya diferensiasi dan keunggulan kompetitif yang kuat agar bisnisnya berkelanjutan," ujar Fachrudin.

Ia menambahkan, peran BPR Syariah Sragen tidak hanya sebatas intermediasi keuangan atau pembiayaan, tetapi juga mengambil peran edukasi dan literasi bisnis. "Saat kondisi ekonomi penuh tantangan, potensi lokal justru harus melejit. Lewat pendampingan dan literasi yang tepat, kita yakin UMKM Sragen mampu bersaing di level yang lebih tinggi," pungkasnya.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. Dalam sambutannya saat membuka acara, ia menekankan pentingnya perubahan cara pandang para pelaku usaha agar skala bisnis mereka bisa melesat lebih tinggi melalui ekosistem yang sehat.

"Bagaimana skala UMKM bisa lebih tinggi, tentu perlu scale up yang nyata dalam berbisnis. Kita ingin lahir juragan-juragan baru di Sragen, namun hadir tanpa saling kanibalisasi usaha satu sama lain," tegas Bupati Sigit.

Lebih lanjut, Bupati Sragen mengingatkan bahwa pola hubungan antarpelaku UMKM di Sragen harus bergeser dari persaingan ketat menjadi kolaborasi yang solid.

"Levelnya bukan lagi kompetisi antar sesama UMKM, melainkan orkestrasi. Ketika semua elemen bergerak bersama dalam satu irama yang harmonis, ekosistem ekonomi Sragen akan jauh lebih tangguh," pungkasnya. ( Wahono)
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID