SUARA DAERAH SRAGEN —Kasus keracunan di Kabupaten Sragen muncul kembali setelah beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengeklaim adanya kasus dugaan keracunan makanan pada anak sekolah di SDN 4 Sragen. Isu ini sontak memicu kekhawatiran para orang tua murid terkait keamanan program makanan bergizi yang disalurkan di wilayah tersebut.
Berdasarkan penelusuran, tidak semua siswa yang terdampak. Namun diperkirakan ada 6 anak yang terdampak di kelas 3 pada Jumat (21/8/2026) Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah saat jam istirahat pelajaran.
Kabarnya kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB, usai para siswa mengonsumsi paket makanan dari program MBG yang didistribusikan di sekolah pada hari itu. Menu MBG berupa roti, telur, pisang dan susu.
Saat ada anak yang muntah, pihak sekolah segera melakukan penanganan awal di lokasi dengan memberikan pertolongan pertama sederhana, seperti mengoleskan minyak kayu putih. Meski mengalami muntah kini siswa sudah berangsur membaik dan stabil setelah beristirahat di rumah.
Terkait kejadian itu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen melalui Seksi Surveilans, Tri Rarharno, Laporan awal menyebutkan ada enam anak yang dilaporkan mengalami gejala. Namun, setelah dilakukan investigasi lapangan yang mendalam oleh pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Dari total laporan tersebut, hanya tiga anak yang terbukti sempat mengalami keluhan. Ironisnya, dari tiga anak itu, hanya satu yang murni muntah, sementara dua anak lainnya ikut muntah sekadar karena panik melihat temannya.
Tiga anak sisanya masih dalam pemantauan. Saat ini, seluruh anak yang sempat mengalami keluhan tersebut dilaporkan tidak ada keluhan lanjutan.
Pihak Dinas Kesehatan akan mengambil sampel makanan dan sampel air untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti. Jika hasil klarifikasi lapangan pada anak anak tersebut terbukti memang mengalami gejala muntah akibat makanan, maka pengambilan sampel makanan/air serta pemeriksaan laboratorium akan dilanjutkan secara menyeluruh.
"Langkah prioritas utama saat ini adalah mengamankan sampel makanan agar tidak rusak demi kepentingan pemeriksaan lab," terangnya.
Menanggapi kegaduhan ini, Kepala SPPG Jetis Sragen Kulon, Ebenezer Simatupang, langsung bergerak cepat melakukan cross-check langsung ke SDN 4 Sragen. "Setelah kami lakukan investigasi tadi dan cross-check kepada sekolah yang bersangkutan yaitu SD Negeri 4, tidak ada laporan keracunan atau keluhan tentang menu MBG kami hari ini," tegas Eben.
Ia memastikan bahwa setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, wali murid, hingga para siswa yang mengonsumsi menu hari ini—yang terdiri dari sandwich (roti sebagai karbohidrat, telur, tomat, mentimun), susu, dan buah pisang untuk melayani total 1.600 lebih porsi di tujuh sekolah, tidak ditemukan adanya masalah kesehatan maupun indikasi keracunan.
Eben juga menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi tersebut. Terlebih lagi, akun pengunggah postingan kini telah menghapus unggahannya tanpa diketahui motif dan validitas datanya. Kendati demikian, pihak SPPG tetap menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat meresahkan publik.
Jurnalis Wahono


Social Header