Breaking News

Klarifikasi Isu Keracunan MBG di SDN 4 Sragen, Siswa Ternyata Cuma Guyonan

SUARA DAERAH SRAGEN — Klarifikasi isu keracunan MBG siswa SDN 4 Sragen Jum'at 21/8/2026  : ini masuk babak baru kasus dugaan keracunan makanan yang sempat menghebohkan dunia maya dan mencatut nama SDN 4 Sragen akhirnya menemui titik terang. Isu yang tadinya bikin jantungan para orang tua wali murid itu dipastikan boncos alias tidak terbukti kebenarannya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen melalui Seksi Surveilans, Tri Rarharno, memastikan situasi di sekolah kini sudah kembali normal. Berdasarkan pantauan lanjutan di lapangan, seluruh siswa dilaporkan sudah masuk sekolah seperti biasa tanpa ada kendala berarti.

Terkait tiga siswa yang sempat masuk dalam radar pemantauan medis kemarin, Tri membeberkan fakta menggelitik. Alih-alih keracunan, anak-anak tersebut ternyata hanya bersikap berlebihan alias guyonan  cengengesan di kelas.

"Hari ini sudah masuk sekolah semua. Ada yang memang sudah sakit sebelum konsumsi MBG (Makanan Bergizi Gratis). Lantas kemarin yang tiga siswa dalam pantauan, itu tidak ada apa-apa, justru cengengesan (bercanda)," ungkap Tri saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8).

Meski begitu, sebagai langkah proaktif dan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, pihak Dinkes tetap mengamankan dan mengirimkan sampel makanan serta air ke laboratorium. Pengiriman sampel tersebut baru saja dilakukan demi memastikan keamanan jangka panjang dan menepis segala spekulasi liar. "Intinya siswa aman semua," imbuhnya meyakinkan.

Senada dengan Dinkes, Kepala SPPG Jetis Sragen Kulon, Ebenezer Simatupang, menegaskan bahwa hasil cross-check langsung ke pihak sekolah membuktikan tidak ada satupun laporan keracunan akibat menu MBG yang mereka distribusikan.

Seperti diketahui, layanan SPPG Jetis saat ini menyuplai lebih dari 1.600 porsi makanan ke tujuh sekolah. Menu yang dibagikan pada hari kejadian berupa sandwich (roti, telur, tomat, mentimun), dilengkapi susu kotak Cimory dan buah pisang.

Eben mendapati fakta bahwa akun Facebook yang pertama kali menggulirkan isu tersebut kini telah menghapus unggahannya tanpa jejak. Pihaknya pun menyayangkan munculnya opini liar yang sempat memantik keresahan publik.

"Kami sudah pastikan kepada wali murid dan siswa yang mengonsumsi menu kami, tidak ada keluhan keracunan. Postingan itu juga sudah dihapus, dan kami tetap memohon maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi di tengah masyarakat," pungkas Eben.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID