Breaking News

Bupati Sragen Sigit Pamungkas Menerima Penghargaan TOP 10 IDSD Jateng 2026

SUARA DAERAH BOYOLALI  --Menuju  Sragen lebih maju saat ini Sragen kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sragen masuk dalam jajaran TOP 10 Kabupaten/Kota Penerima Penghargaan Apresiasi Pemanfaatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jawa Tengah Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam rangkaian Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kabupaten/kota yang dinilai mampu memanfaatkan IDSD sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan daya saing daerah.

Capaian Sragen tersebut melalui proses penilaian yang cukup panjang. Pemkab Sragen sebelumnya menyusun Laporan Pemanfaatan IDSD Kabupaten Sragen Tahun 2026, yang memuat analisis kondisi daya saing daerah, identifikasi kekuatan dan kelemahan, kesenjangan dengan wilayah pengembangan, prioritas intervensi, hingga rencana tindak lanjut pemanfaatan IDSD dalam pembangunan daerah.

Dokumen tersebut kemudian dinilai oleh dewan juri. Kabupaten Sragen berhasil masuk 15 besar dan melanjutkan ke tahap presentasi serta wawancara yang dipaparkan langsung oleh Bupati Sigit Pamungkas. Setelah melalui seluruh rangkaian penilaian, Sragen akhirnya ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan TOP 10 IDSD Jawa Tengah Tahun 2026.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Sragen untuk terus memperkuat pembangunan yang berbasis data, riset, dan inovasi.

Menurutnya, IDSD tidak seharusnya hanya dipandang sebagai ukuran capaian daya saing daerah, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk membaca persoalan, menentukan prioritas, dan memastikan kebijakan pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana IDSD kita gunakan untuk membaca posisi Sragen, melihat apa yang masih kurang, kemudian kita tindak lanjuti melalui kebijakan dan program yang konkret. Ini menjadi bagian dari upaya kita membangun Sragen yang semakin berdaya saing, sejahtera, dan tidak meninggalkan masyarakat," ujar Bupati Sragen Sigit Pamungkas 

Bupati Sragen menambahkan, peningkatan daya saing daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemkab Sragen akan terus mendorong keterlibatan perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta pemerintah pusat dan provinsi agar hasil riset dan inovasi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan yang lebih efektif.

"Pemanfaatan IDSD di Kabupaten Sragen sendiri tidak berhenti pada pengukuran angka indeks. Hasil analisis digunakan untuk membaca secara lebih tajam posisi daya saing Sragen, menentukan aspek yang perlu diperkuat, serta merumuskan strategi dan rencana aksi pembangunan," jelas Bupati Sragen.

Pendekatan tersebut mendorong kebijakan pembangunan agar semakin berbasis data dan bukti, dengan mempertemukan hasil analisis daya saing dengan dokumen perencanaan, riset dan inovasi daerah, serta program prioritas pembangunan.

Bagi Pemerintah Daerah Sragen, capaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penegasan atas komitmen untuk menjadikan data, riset, dan inovasi sebagai fondasi pembangunan.

Penghargaan IDSD Jawa Tengah 2026 juga berbeda dengan kompetisi yang menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Tidak ada peringkat juara dalam penghargaan ini. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada 10 kabupaten/kota terpilih yang dinilai menunjukkan pemanfaatan IDSD dalam mendukung peningkatan daya saing daerah.

Berdasarkan Surat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/000.9.6/548/2026 tanggal 14 Agustus 2026, Kabupaten Sragen tercantum sebagai salah satu dari sepuluh kabupaten/kota penerima penghargaan tersebut.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki aspek daya saing yang masih menjadi tantangan, mempertahankan keunggulan yang telah dicapai, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan demikian, IDSD diharapkan tidak berhenti sebagai indeks, tetapi benar-benar menjadi alat untuk mengarahkan pembangunan Sragen agar semakin tepat sasaran, berdaya saing, sejahtera, dan merata." tegasnya 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID