Breaking News

Ulang Tahun Bhayangkara ke 80 , Polres Sragen Bangun Rumah Mbah Lampi Wujud Kasih Sayang Polri


SUARA DAERAH SRAGEN– Ulang Tahun Bhayangkara ke 80 diwarnai  senyum bahagia tak mampu disembunyikan dari wajah Mbah Lampi sore itu. Penantian panjangnya untuk memiliki hunian yang nyaman akhirnya terwujud. Melalui program bakti sosial religi dan kemanusiaan, Polres Sragen sukses menyulap rumah sang nenek menjadi tempat tinggal yang jauh lebih sehat dan layak huni.

Aksi sosial bedah rumah di desa Gading Kecamatan Tanon ini merupakan salah satu agenda penting dalam menyambut rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang diinisiasi langsung oleh Polres Sragen.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengungkapkan bahwa proses transformasi rumah Mbah Lampi ini memakan waktu sekitar dua minggu.

Kini, seluruh proses pengerjaan telah rampung total dan siap ditempati kembali.
"Sore hari ini, alhamdulillah seluruh proses bedah rumah sudah selesai dikerjakan. Kunci rumah juga sudah kami serahkan langsung kepada Mbah Lampi," ujar AKBP Dewiana dengan nada bersyukur saat ditemui di lokasi penyerahan kunci Selasa (30/6). 

Sebelum tersentuh program bedah rumah, kondisi kediaman Mbah Lampi memang memprihatinkan. Jauh dari kata layak. Di rumah lamanya, Mbah Lampi harus rela berbagi ruang dan atap dengan ayam-ayam ternak peliharaannya.

Bukan hanya itu, rumah tersebut sebelumnya tidak memiliki fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Untuk membersihkan diri, Mbah Lampi terpaksa melakukannya di area dapur yang saat itu masih beralaskan tanah. Kondisi lingkungan yang kurang higienis tersebut sempat menjadi sorotan di berbagai media sosial.

Namun, pemandangan kontras terlihat sore ini. Rumah Mbah Lampi kini berubah total. Selain struktur bangunan yang diperkokoh, fasilitas sanitasi juga diperbaiki secara masif.
"Sekarang kondisinya sudah jauh lebih layak dan nyaman. Kami bangunkan fasilitas MCK yang terpisah. Dapurnya pun sudah kami posisikan di area belakang secara mandiri. Begitu juga dengan hewan ternaknya, sudah dibuatkan kandang khusus di area luar rumah agar tidak lagi bercampur di dalam," beber Kapolres.

Program bedah rumah ini bukan sekadar aksi seremonial belaka. Bagi jajaran Polres Sragen, ini adalah manifestasi nyata dari komitmen Polri yang memegang teguh prinsip sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat.

AKBP Dewiana menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat harus membawa dampak positif yang langsung dirasakan. Mbah Lampi adalah salah satu potret warga yang wajib mendapatkan uluran tangan dan pelayanan terbaik.

"Ini adalah wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kami kepada masyarakat Sragen. Polisi harus hadir untuk rakyat, salah satunya dengan berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Kita semua adalah pelayan masyarakat, dan sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID