SUARA DAERAH GROBOGAN – Gerakan kemandirian umat yang digagas Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tanggungharjo memasuki babak baru. Lewat pengelolaan yang modern dan transparan, perolehan Kotak Infaq (Koin) NU di wilayah ini melesat tajam hingga mencapai Rp 25.445.600. Capaian ini terbilang luar biasa mengingat pergerakan masif pengumpulan koin baru berjalan intensif dalam lima bulan terakhir.
Ketua Tanfidziyah PRNU Tanggungharjo, Joko Santoso, menegaskan bahwa lonjakan perolehan ini tidak lepas dari keseriusan jajaran pengurus dalam mengelola amanah umat. Pihaknya sengaja membuka ruang lebar bagi aspirasi warga agar muncul rasa kepemilikan bersama.
"Kami para pengurus ranting NU sangat serius dalam pengelolaan. Kami mengakomodir setiap usulan masyarakat agar mereka ikut berperan aktif dan memiliki trust (kepercayaan) kepada pengurus," ujar Joko.
Faktor utama di balik tingginya kepercayaan warga adalah transparansi. PRNU Tanggungharjo mendobrak cara-cara konvensional dengan menerapkan digitalisasi sistem pelaporan.
Wakil Ketua Bidang Kemasyarakatan, Arif Afandi, menambahkan bahwa seluruh aliran dana, baik yang masuk maupun yang disalurkan (pentasyarufan), dapat dipantau secara real-time oleh publik. Warga cukup mengakses laman resmi https://nurantingtanggungharjo.com/coin/.
"Hasil perolehan ini bisa dipantau langsung oleh masyarakat secara online. Inilah yang menjadikan masyarakat percaya kepada pengurus NU, terutama UPZIS (Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah), sehingga perolehan Koin bisa mencapai Rp 25 juta lebih," beber Arif.
Menariknya, dana yang terkumpul tidak dibiarkan mengendap di rekening. UPZIS NU Tanggungharjo memfokuskan dana tersebut pada program-program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga. Program unggulan mereka di antaranya adalah subsidi kesehatan dan khitan gratis, di samping santunan kematian, santunan kaum dhuafa, serta anak yatim.
Prinsip pengelolaan dana umat ini dipertegas oleh Syuriah PRNU Tanggungharjo, Gus Syihab. Menurutnya, NU di tingkat ranting harus memiliki wawasan yang lebih terbuka dan moderat. Kunci dari keterbukaan itu adalah digitalisasi.
Gus Syihab juga membeberkan satu prinsip unik yang dipegang teguh oleh pengurus, yakni target saldo harus menyentuh angka nol rupiah. Artinya, seluruh uang yang masuk harus segera diputar untuk kemaslahatan masyarakat.
"Transparansi dengan cara digitalisasi adalah kunci keterbukaan. Kami siap mengakomodir usulan masyarakat dalam setiap program yang dijalankan. Dan yang paling penting, saldo hasil Koin harus NOL rupiah agar semua program jalan. Hasilnya bisa dilihat hari ini, kotak infaq bisa memperoleh Rp 25 juta lebih," pungkas Gus Syihab.
Jurnalis Wahono


Social Header