SUARA DAERAH SRAGEN – Breaking News Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Polres Sragen berlangsung dengan gegap gempita, Rabu (1/7/2026) Upacara megah yang digelar di Lapangan Wira Pratama Mapolres Sragen tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari. Tidak sekadar seremonial, momentum delapan dekade korps baju cokelat ini dikejutkan oleh aksi memukau dari ratusan pelajar.
Hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Sragen H. Suroto mewakili Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Ketua DPRD Sragen Suparno, jajaran Forkopimda, perwakilan TNI Kodim 0725/Sragen, hingga jajaran terpadu pengamanan perguruan silat.
Di balik kemeriahan yang tersaji, ada pesan krusial yang digarisbawahi oleh Kapolres Sragen. Usai membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah, AKBP Dewiana mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan tidak lagi sekadar konvensional, melainkan bertransformasi ke ruang digital.
"Tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks. Mulai dari kejahatan siber penipuan daring, judi online, hingga penyebaran hoaks yang berkembang sangat pesat seiring kemajuan teknologi," tegas AKBP Dewiana.
Menanggapi fenomena tersebut, srikandi nomor satu di Polres Sragen ini melempar alarm kewaspadaan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat Sragen. Dia menegaskan bahwa ruang siber kini telah menyusup ke seluruh sendi kehidupan, mulai dari sektor pendidikan hingga ekonomi.
"Kita tidak bisa pungkiri bahwa saat ini kita hidup di era digital. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus masif dilakukan," ujarnya.
Kapolres meminta warga Bumi Sukowati untuk tidak mudah tergiur oleh berbagai kedok penawaran di jagat maya. "Masyarakat benar-benar harus bijak bermedia sosial. Jangan mudah terpengaruh dan mempercayai penawaran apa pun yang sifatnya melalui media sosial atau teknologi informasi. Saring sebelum *sharing*, lakukan *cross-check* mendalam agar tidak menjadi korban kejahatan siber berikutnya," cetusnya.
Selain ancaman siber yang bersifat global, Kapolres Sragen juga membeberkan potret tantangan kamtibmas yang bersifat lokal di wilayah hukum Sragen. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur ini dikenal memiliki basis massa perguruan silat yang sangat besar.
"Seperti kita tahu, mayoritas masyarakat Sragen juga merupakan warga pesilat. Pada momen-momen tertentu, seperti kegiatan pengesahan beberapa perguruan silat, ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami," ungkap Dewiana.
Namun, berkaca pada pengamanan ketat yang sukses dilakukan baru-baru ini, Polres Sragen optimistis mampu menjaga kondusivitas. Kuncinya adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan tradisi pesilat tersebut berjalan aman tanpa sedikit pun mengusik kenyamanan warga Sragen lainnya.
Jurnalis Wahono


Social Header