SUARA DAERAH SRAGEN – Semangat gotong royong masyarakat Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, menjadi contoh nyata partisipasi warga dalam pembangunan desa. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat, Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi akses vital warga berhasil dibangun dan kini mempermudah mobilitas masyarakat maupun aktivitas pertanian.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, meninjau langsung pembangunan JUT tersebut. Jalan yang sebelumnya berupa tanah liat dan sulit dilalui saat musim hujan kini telah diperkeras melalui pembangunan yang dikerjakan secara swadaya dan gotong royong oleh warga.
Suyono, salah satu warga Desa Hadiluwih, mengatakan jalan tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Jalan ini menjadi jalan pintas bagi anak-anak sekolah dan ibu-ibu yang hendak ke pasar di wilayah Gemolong. Kalau lewat jalan utama harus memutar dan jaraknya lebih jauh,” ujarnya.
Selain itu, jalan tersebut juga menjadi jalur utama bagi petani untuk mengangkut hasil pertanian dan menunjang aktivitas di lahan pertanian.
“Dulu jalannya hanya berupa tanah liat sehingga sangat menyulitkan untuk dilalui, terutama saat hujan,” tambahnya.
Pembangunan jalan usaha tani tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 45 juta, yang terdiri dari Dana Desa sebesar Rp 20 juta dan swadaya masyarakat senilai Rp25 juta. Pekerjaan dilaksanakan selama satu bulan dengan volume pembangunan mencapai 175 x 0,8 x 0,12 meter kubik dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga dari berbagai RT.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, dukungan warga tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga kontribusi anggaran yang mampu meningkatkan capaian pembangunan.
“Hari ini kami meninjau pelaksanaan proyek pembangunan jalan usaha tani (JUT) di Desa Hadiluwih. Anggaran pembangunan ini Rp 20 juta dari Dana Desa, dan hebatnya masyarakat menambahkan Rp 25 juta. Jadi yang awalnya hanya mampu mencapai sekitar 75 meter, dengan partisipasi masyarakat bisa menjadi sekitar 270 meter. Ini partisipasi yang luar biasa,” katanya.
Dirinya menilai semangat kebersamaan warga patut menjadi contoh bagi daerah lain di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
“Selain iuran biaya, tenaga warga juga guyub kerja bakti membangun jalan ini. Bapaknya membangun jalan, ibunya memasak untuk para pekerja. Ini bentuk partisipasi dan kerja sama yang luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan lanjutan di kawasan tersebut. Salah satunya disampaikan oleh Sulis yang berharap adanya pembangunan talud dan penerangan jalan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang telah datang ke sini karena baru kali ini ada pejabat yang datang ke tempat kami. Kami berharap ada bantuan pembangunan talud agar jalan lebih awet dan penerangan jalan supaya lebih aman dilalui warga,” katanya.
Usai meninjau JUT di Desa Hadiluwih, Bupati Sragen Sigit Pamungkas melanjutkan kunjungan ke Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, untuk melihat progres pembangunan drainase jalan yang dibiayai melalui Dana Desa.
Pembangunan drainase tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 90 juta dengan volume pekerjaan mencapai 87,08 meter kubik dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 15 hari.
“Kita meninjau pembangunan talud sepanjang kurang lebih 90 meter yang saat ini sedang berjalan. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias menyambut perbaikan ini,” ujarnya.
Bupati Sigit berharap semangat membangun desa secara bersama-sama terus tumbuh di seluruh wilayah Kabupaten Sragen.
“Semoga desa-desa lain yang sedang melaksanakan pembangunan juga memiliki semangat yang sama untuk memperbaiki wilayahnya masing-masing. Guyub rukun dan menjaga ketenteraman masyarakat adalah modal penting untuk kemajuan desa,” pungkasnya.
Jurnalis Wahono


Social Header