Breaking News

Anggota GPS dan Warga Bumiaji Geruduk Pabrik DMST, Protes Polusi Udara yang Kian Pekat


SUARA DAERAH SRAGEN – Kesabaran warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, mencapai puncaknya. hari ini Senin  (11/5/2026) anggota Gerakan Pembaharuan Sragen (GPS ) bersama puluhan warga mendatangi manajemen pabrik DMST (Duta Merlin Sandang Textile) untuk melayangkan protes keras terkait polusi udara yang kian mengkhawatirkan. Debu dan asap sisa produksi dinilai mulai mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari.

Delapan anggota GPS yang dipimpin oleh Andang Basuki mendampingi puluhan warga Desa Bumiaji mendatangi pabrik PT DMST I Bumiaji menyampaikan keluhan warga sekitar pabrik, warga keluhkan adanya limbah kayak serat kapas banyak yang nempel di daun daun " saya bersama teman teman sempat cek crobong pembuangan limbah ada bekas debu menempel,itu yang dikeluhkan warga"ungkapnya 

Setelah di terima oleh HRD dan tim advokat dari perusahaan, akhirnya perusahaan berjanji minta waktu 2 minggu untuk memperbaiki crobong asap tersebut,kita bersama warga menerima komitmen dari pihak pabrik berjanji 2 minggu cerobong pembuangan limbah akan diperbaiki,kita menunggu komitmen yang telah disepakati "ujarnya.

Kepala Desa Bumiaji, Budiyono, membenarkan adanya aksi penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, masalah polusi ini sebenarnya bukan barang baru. Namun, dalam satu hingga dua bulan terakhir, kondisinya memburuk secara signifikan.
"Polusi udara ini sudah berjalan lama. Tapi puncaknya satu-dua bulan belakangan, dampaknya terasa sangat pekat," ujar Budiyono saat dikonfirmasi Senin (11/5/2026)

Budiyono merinci, setidaknya ada tiga RT yang berada dalam zona merah dampak langsung polusi tersebut. Wilayah yang terdampak berada dalam radius sekitar 300 hingga 500 meter dari titik pabrik. Warga mulai mengeluhkan sesak napas dan debu yang menempel di hunian mereka.

Dia menyayangkan sikap manajemen yang selama ini terkesan lambat merespons aduan perangkat desa. "Sebelumnya selalu ada keluhan warga. Sudah saya sampaikan berkali-kali ke pihak pabrik, tapi tidak kunjung ada tindak lanjut yang nyata," tegasnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lokasi pabrik tersebut, pihak manajemen DMST  akhirnya bersuara. Mereka berjanji akan melakukan perbaikan sistem pengolahan limbah udara secara bertahap. Targetnya, pembenahan tersebut selesai dalam kurun waktu dua minggu ke depan. "Dari manajemen sendiri menjanjikan 2 minggu," tandasnya. 

Meski didesak warga, operasional pabrik dipastikan tetap berjalan. Budiyono menyebut pihak manajemen keberatan jika harus menghentikan produksi total. "Pihak manajemen beralasan kalau produksi dihentikan, dampaknya akan langsung dirasakan oleh para pekerja pabrik di sana. Jadi mereka memilih opsi perbaikan teknis sambil jalan," imbuhnya.

Kini, warga Desa Bumiaji hanya bisa memegang janji manis manajemen. Mereka berharap kali ini ada langkah konkret agar lingkungan sehat. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID