SUARA DAERAH SRAGEN – Kehadirannya di Kabupaten Sragen Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pengelolaan Sekolah Rakyat akan dievaluasi secara berkala setiap tahun. Menariknya, bagi keluarga prasejahtera yang kondisi ekonominya mulai membaik atau "naik kelas", anak-anak mereka akan disarankan untuk bertransisi ke sekolah reguler lainnya.
Hal tersebut disampaikan Mensos saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Selasa (14/7/2026 ) "Setiap tahun kita ukur karena ini pendampingan bagian dari pengentasan kemiskinan. Maka kalau desilnya naik, itu kita sarankan untuk bisa masuk ke sekolah yang lain," ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Dia menambahkan bahwa kebijakan ini sudah mulai berjalan. Pada tahun ini, sudah ada beberapa siswa yang didorong untuk pindah sekolah umum karena status kesejahteraan keluarganya tercatat telah meningkat.
Kehadiran Menteri Sosial bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Sragen bertepatan dengan pelaksanaan MPLS hari pertama yang menandai dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran Forkopimda Sragen.
Selain membuka MPLS, momentum ini juga menjadi tanda transisi proses belajar mengajar dari gedung sementara ke fasilitas gedung permanen yang baru selesai dibangun. Gedung megah tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Mensos memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sragen yang dinilai bergerak cepat dalam menyiapkan lahan dan memenuhi segala persyaratan. Meski sempat memulai proses pembelajaran paling akhir pada September 2025 lalu, Sragen justru menjadi salah satu daerah pertama yang berhasil mendapatkan pembangunan gedung permanen 100 persen.
Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk memprioritaskan anak-anak dari keluarga yang paling tidak mampu, prasejahtera, hingga yang masuk kategori miskin ekstrem.
Untuk memaksimalkan daya tampung, Mensos mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berhitung dengan Kementerian PU untuk meningkatkan kapasitas gedung. Berdasarkan arahan Presiden, kapasitas Sekolah Rakyat yang semula dirancang untuk 1,000 siswa akan ditingkatkan secara bertahap agar mampu menampung hingga 2,000 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Jurnalis Wahono


Social Header