SUARA DAERAH SRAGEN –Menuai kritikan dari berbagai kalangan masyarakat : Pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang dinilai menyudutkan Kabupaten Sragen saat merespons persoalan jalan rusak di Blora, memantik reaksi keras dari parlemen daerah. Legislator senior yang juga anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto, meminta kepala daerah untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang viral dan memicu kegaduhan dan membodohi masyarakat.
Bambang menegaskan, masyarakat saat ini sudah sangat cerdas dan bisa membedakan mana yang menjadi kewenangan jalan desa, kabupaten, provinsi, maupun jalan nasional. "Masyarakat atau rakyat itu sudah tahu lah, sudah melek semua. Jangan menganggap bodoh rakyat," ujarnya.
Bambang Pur menegaskan semua jalan penting, dan tidak ada yang tidak penting. Politikus senior ini juga menyayangkan sikap Gubernur yang terkesan memilah urgensi pembangunan infrastruktur. Menurutnya, tidak ada satu pun fasilitas jalan yang statusnya "tidak penting."
Infrastruktur jalan di Sragen, bukan hanya dinikmati oleh warga lokal, melainkan menjadi urat nadi perekonomian lintas provinsi yang dilalui oleh warga dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
"Mana ada jalan tidak penting? Semua jalan itu penting! Andaikata Pak Gubernur membangun di wilayah Sragen, yang lewat itu bukan orang Sragen saja, tapi seluruh masyarakat Jawa Tengah," tegasnya.
Lebih lanjut, DPRD Sragen meminta pemerintah provinsi untuk berbicara jujur mengenai kondisi riil keuangan daerah. Alih-alih menyinggung hal yang membuat gaduh.
Jika memang keterbatasan anggaran menjadi kendala utama terhambatnya perbaikan jalan, hal itu harus disampaikan secara transparan kepada publik.
"Kalau memang tidak bisa membangun karena tidak ada dananya, ya cakap saja apa adanya. Katakan bahwa negara atau daerah kita sedang tidak baik-baik saja. Itu lebih jantan daripada harus memelintir masalah," imbuh politikus nasdem ini.
Di akhir pernyataannya, Bambang meminta Ahmad Luthfi selaku pucuk pimpinan di Jawa Tengah untuk lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang publik. Ia berharap orang nomor satu di Jateng tersebut fokus menjaga kondusivitas wilayah, apalagi dalam dinamika politik daerah yang fluktuatif.
"Kesalahannya kan bukan dari Blora kok malah Sragen yang dijadikan contoh negatif. Saya minta ke depan jangan diulangi lagi agar tidak menjadi gaduh. Tugas Gubernur itu menjaga kondusivitas, biar rakyat tetap tenang," pungkasnya.
Jurnalis Wahono


Social Header