SUARA DAERAH SRAGEN – Gairah sepak bola di Sragen kembali membara. Suksesnya gelaran turnamen sepak bola Bupati Cup Sragen menyambut HUT Sragen yang baru saja usai, menjadi sinyal positif bagi kebangkitan prestasi di daerah. Tingginya animo penonton dan kondusivitas selama laga membuat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sragen langsung tancap gas menyusun kompetisi yang lebih menantang.
Ketua Askab PSSI Sragen, Supriyadi, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Sragen sepanjang turnamen bergulir sangat luar biasa. Sejak babak penyisihan di tingkat kawedanan hingga memasuki babak delapan besar yang dipusatkan di Stadion Taruna pada 17-24 Mei lalu, tribune penonton tak pernah sepi.
"Animo masyarakat bagus sekali. Ini membuktikan bahwa warga Sragen memang haus akan hiburan sepak bola berkualitas. Suksesnya turnamen ini sekaligus menjadi tolak ukur awal kemajuan PSSI Sragen," ujar Supriyadi saat ditemui kemarin.
Kabar baiknya, kelancaran turnamen ini mendapat lampu hijau dari orang nomor satu di Sragen. Supriyadi membeberkan bahwa Bupati Sragen telah memberikan janji untuk kembali menggulirkan Piala Bupati pada tahun depan. Jaminan tersebut diberikan lantaran seluruh rangkaian kompetisi kemarin berjalan tertib, aman, dan lancar.
Meski dinilai sukses besar, Askab PSSI Sragen tidak mau cepat berpuas diri. Evaluasi format turnamen langsung masuk dalam agenda. Untuk edisi berikutnya, Supriyadi memproyeksikan perubahan format kompetisi demi meningkatkan kualitas pertandingan dan jam terbang pemain.
Jika musim ini menggunakan sistem gugur murni, tahun depan formatnya diwacanakan berubah menjadi setengah kompetisi. Mengingat ada 20 kecamatan di Kabupaten Sragen, Askab berencana membagi tim ke dalam empat grup.
"Rencananya nanti dibagi rata, setiap grup diisi lima tim (format empat grup). Untuk babak penyisihan akan kita bagi per wilayah memanfaatkan lapangan-lapangan bagus yang tersebar di Sragen. Baru nanti setelah memasuki babak semifinal, tensi pertandingan kita naikkan dan dipusatkan lagi di Stadion Taruna. Istilahnya Road to Taruna," urai Supri.
Selain urusan manajerial kompetisi, Bupati Cup kemarin juga menjadi ajang pemantauan bakat (scouting,red) yang menjanjikan. Supriyadi mencatat, mayoritas pilar yang mengisi tim-tim kecamatan justru didominasi oleh anak-anak usia SMA. Potensi lokal ini dinilai sangat menjanjikan untuk masa depan sepak bola Sragen. Bahkan, pesepak bola profesional asal Sragen yang menjadi tulang punggung tim nasional, Dava Yuna, menyempatkan diri hadir langsung untuk melihat.
Potensi pemain yang melimpah ini memicu optimisme Askab PSSI Sragen untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi, yakni Psisra menembus Liga 4. Supriyadi menegaskan, secara teknis dan kualitas pemain lokal, Sragen sudah sangat siap bersaing.
Namun, target realistis itu kini berkejaran dengan tantangan klasik yakni pendanaan. Supriyadi tidak menampik bahwa operasional untuk mengarungi kompetisi resmi seketat Liga 4 membutuhkan napas finansial yang panjang.
"Kalau ditanya kesiapan pemain, kita sudah sangat siap. Kualitas pemain tingkat kecamatan kemarin ukurannya sudah oke. Tapi kembali lagi, semua tergantung anggaran. Kompetisi seperti Liga 4 itu biayanya besar. Kami sangat mengharapkan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah atau gandengan tangan dari pihak sponsor. Jika modal itu ada, Sragen siap melangkah," pungkasnya optimistis.
Jurnalis Wahono


Social Header