SUARA DAERAH SRAGEN –Sragen gayeng, Sragen semarak , Sragen meriah , Sragen berbudaya : Menyambut usianya yang ke-280 pada tahun 2026 ini, Kabupaten Sragen bersiap menggelar pesta rakyat besar-besaran. Tidak hanya berpusat di area birokrasi, kemeriahan Hari Jadi Bumi Sukowati kali ini dirancang masif hingga menyentuh level kelurahan dan kecamatan.
Semangat gotong royong pun terasa kental karena rangkaian acara didanai secara kolaboratif melalui APBD 2026, sponsor, dan swadaya masyarakat. Sekretaris Daerah Sragen, Hargiyanto, mengungkapkan bahwa rangkaian agenda perayaan telah bergulir sejak awal Mei dengan berfokus pada tiga pilar utama, kemanusiaan, pelestarian budaya, dan hiburan rakyat.
"Rangkaian ini adalah hilir dari rasa syukur warga Sragen. Kami memulai dengan aksi kemanusiaan melalui May Day donor darah di Technopark (5/5/2026), lalu menyentuh aspek edukasi internasional lewat Festival Prehistoric di Museum Sangiran (7/5/2026)," ujar Hargiyanto.
Kemeriahan makin memuncak lewat kompetisi sepak bola Bupati Cup di Stadion Taruna yang mempertemukan tim dari 20 kecamatan sejak 10 hingga 24 Mei ini. Final mempertemukan kecamatan Karangmalang vs Kalijambe
Sisi tradisional pun tidak dilupakan dengan digelarnya pentas Jadul Mantoel di Sambirejo, Jenar Tayub, hingga pagelaran Wayang Kulit di pendopo Gedung DPRD.
Sebagai daerah yang sarat nilai historis, Pemkab Sragen menggelar Ziarah Lokal ke makam leluhur seperti Kyai Srenggi dan Makam Butuh, diikuti Ziarah Imogiri ke Bantul pada 22 Mei kemart. Sementara itu, Malam Tirakatan sebagai puncak spiritualitas warga akan digelar di Pendopo Mangkubumi, Masaran, pada 26 Mei.
Tepat pada hari jadi, 27 Mei 2026, perayaan akan ditandai dengan pemotongan tumpeng di Halaman Pemda Terpadu yang dilaksanakan usai salat Idul Adha. Setelah itu, masyarakat akan dimanjakan dengan Pameran Perumahan, Tanaman Hias, dan Otomotif di area SMS (28–30 Mei), serta Sragen Fun Bike yang menargetkan 4.000 peserta, Creative Festival, dan Pentas Musik Etnik di SIKK pada akhir bulan.
Kemeriahan ini juga menjalar ke tingkat akar rumput. Di Kecamatan Sragen, warga berlomba dalam Lomba Poskamling dan Jalan Sehat. Di Karangmalang, Kelurahan Kroyo menyajikan pentas ketoprak dan campursari. Sementara di Gemolong, langit dihiasi Festival Layang-Layang Kwangen yang dipadukan dengan Car Free Night. Perayaan bahkan dipastikan berlanjut hingga 18 Juni lewat Lomba Karawitan Pelajar di Pendopo Sumonegaran.
Aura kemeriahan itu sudah tampak nyata pada Sabtu pagi (23/5/2026) Kawasan Taman Harmoni di depan Kantor Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga memadati area tersebut untuk mengikuti senam massal yang diinisiasi oleh Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Harmoni.
Pembina PKL Taman Harmoni Faturohman menambahkan, ramainya Taman Harmoni bisa memantik perhatian Pemkab Sragen untuk melakukan penataan kawasan pedagang agar lebih representatif, tertib, dan nyaman. "Taman Harmoni punya potensi besar menjadi pusat kuliner keluarga yang menarik jika ditunjang fasilitas yang lebih baik," harapnya.
Antusiasme yang meledak sempat membuat panitia kewalahan. Dia mengakui plot awal yang hanya 3.000 tiket terpaksa ditambah 1.500 lembar secara mendadak pada pagi hari demi mengakomodasi warga yang terus berdatangan.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang hadir langsung di tengah kepungan warga, mengapresiasi tinggi inisiatif tersebut. Dalam sambutannya, Sigit tidak hanya mengajak masyarakat untuk menjaga kebugaran, tetapi juga melempar pesan penting terkait refleksi sejarah Bumi Sukowati.
Sigit mengingatkan kembali bahwa lahirnya Kabupaten Sragen memiliki ikatan darah dan ideologi dengan perjuangan Pangeran Mangkubumi, sebelum sang pangeran bertakhta sebagai Sultan Hamengkubuwono I, pendiri Kesultanan Yogyakarta.
"Sragen memiliki keterkaitan sejarah besar yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Ke depan, kami berharap sejarah ini menjadi penguat identitas daerah," tegas Sigit.
Di sisi lain, acara di Taman Harmoni ini membuktikan bahwa hari jadi ke-280 bukan sekadar seremoni. Bagi para pelaku UMKM dan PKL lokal, momentum ini adalah stimulus ekonomi yang nyata.
Jurnalis Wahono


Social Header