SUARA DAERAH SRAGEN --- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 resmi ditabuh serentak di Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026) Tak sekadar pembangunan fisik, operasi bakti ini menjadi senjata pamungkas pemerintah daerah dan TNI untuk mengejar target ambisius: menekan angka kemiskinan hingga menyentuh level 8,53 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno hadir di Sragen untuk mewakili gubernur menegaskan bahwa TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan lintas sektoral. Untuk menyokong pergerakan ekonomi di akar rumput, Pemprov Jateng tak main-main dalam memberi dukungan. Anggaran sebesar Rp 33,2 miliar digelontorkan untuk memuluskan program yang sudah eksis selama 45 tahun ini.
"TMMD ini percepatan. Fokusnya adalah wilayah pedesaan, daerah terpencil, hingga kawasan urban yang masih kumuh dan miskin. Tujuannya jelas, kualitas hidup masyarakat harus naik dan kesenjangan harus turun," ujar Sumarno saat membuka acara.
Langkah ini sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jateng 2026 yang membidik pertumbuhan ekonomi di angka 5 hingga 6 persen. TMMD diposisikan sebagai fondasi penting untuk mempersiapkan Jawa Tengah menghadapi bonus demografi sekaligus menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin menjelaskan, pihaknya menerjunkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang terdiri dari 130 personel gabungan TNI-Polri. Para prajurit ini tidak hanya bertugas membangun, tapi juga akan "manunggal" atau tinggal bersama masyarakat selama 30 hari penuh.
"Ini adalah operasi bakti terpadu. Kami sangat didukung oleh Pemda Sragen untuk menyelesaikan sasaran fisik dan non-fisik tepat waktu," terang Letkol Inf Dindin.
Tahun ini, Desa Puro menjadi salah satu titik sentral. Di sana, TNI akan mengebut pengecoran jalan sepanjang 1,1 kilometer dan membangun talud jalan 150 meter. Tidak hanya infrastruktur jalan, program ini juga menyasar aspek sanitasi dan hunian layak.
"Ada rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jambanisasi. Yang juga menjadi unggulan adalah program TNI Manunggal Air melalui pembuatan sumur bor di lima titik untuk menjamin ketersediaan air bersih warga," tambahnya.
Namun, Letkol Dindin menekankan bahwa pembangunan raga bukan satu-satunya misi. Pembangunan jiwa melalui penyuluhan wawasan kebangsaan menjadi prioritas non-fisik. "Kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai juang dan cinta tanah air. Itulah esensi dari membangun negeri dari desa," pungkasnya.
Dia menegaskan pelaksanaan TMMD ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei mendatang. Sampai waktu yang ditentukan, target seluruh sasaran fisik rampung 100 persen.
Jurnalis Wahono


Social Header