Breaking News

HIPMI Sragen Segera Gelar Muscab VII: Mencari Sosok Motor Penggerak Ekonomi di Bumi Sukowati


SUARA DAERAH SRAGEN – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sragen resmi memulai tahapan Musyawarah Cabang (Muscab) VII untuk periode kepemimpinan 2026-2029. Dengan mengusung tema "Kolaborasi Kuat Berdampak Hebat," bursa pemilihan ketua umum kini mulai memanas.

Ketua Steering Committee (SC), Vita Yusuf Prasetyo, mengungkapkan bahwa rangkaian Muscab VII ini bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat "syiar" UMKM di Sragen. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2026  di aula SIKK Sragen.

"Kami ingin menjadikan SIKK sebagai lokasi utama untuk menunjukkan semangat kewirausahaan. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pengusaha muda Sragen untuk bertanding secara sehat dalam bursa bakal calon ketua," ujar Yusuf.

Sementara Ketua Organizing Committee (OC), Tri Setyawan, menjelaskan bahwa proses pendaftaran dan verifikasi administrasi dibuka singkat mulai 23 hingga 30 April 2026. Setelah melalui seleksi ketat, penetapan calon serta penyampaian visi-misi akan dilakukan pada 2 Mei 2026.

Untuk menjaring pemimpin yang berkualitas, HIPMI menetapkan 13 poin persyaratan, di antaranya WNI domisili Kabupaten Sragen dengan usia maksimal 40 tahun saat pendaftaran. Kemudian Sudah menjadi anggota HIPMI minimal 6 bulan dan pernah menjadi pengurus satu masa bakti.
 
Memiliki profil usaha yang jelas dan tidak sedang terjerat perkara hukum. Pernah mengikuti Diklat dan menyerahkan visi-misi yang konkret. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp10 juta

"Angka ini tergolong kompetitif. Jika di Solo mencapai Rp30 juta, untuk Sragen kita sesuaikan di angka Rp10 juta agar tetap inklusif namun menunjukkan keseriusan calon," tambah Tri.

Hingga saat ini, diprediksi akan ada lebih dari satu calon yang bertarung. Dua nama pengusaha lokal sudah mengambil formulir pendaftaran, yakni Supriyono, dikenal sebagai pengusaha batik Priyo Priyayi dari Masaran dan Didik Romadhon pengusaha kuliner Nasi Goreng. 

Kepastian siapa yang akan memimpin akan ditentukan oleh 110 anggota tetap yang memegang Kartu Tanda Anggota (KTA). Mekanisme pemilihan akan dilakukan melalui musyawarah mufakat atau voting, tergantung pada jumlah calon yang lolos verifikasi.

Ketua Umum BPC HIPMI Sragen saat ini, Saifuddin, berharap estafet kepemimpinan selanjutnya mampu menjaga ritme HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi. Salah satu program unggulan yang ditekankan adalah keberlanjutan Sekolah Bisnis Sragen. 

"Siapapun yang terpilih harus mampu menjembatani dunia usaha dengan pemerintahan. HIPMI adalah wadah jaringan. Pengusaha tanpa jaringan akan terkendala, dan di sinilah manfaatnya: bisa mengenal ketua HIPMI se-Indonesia untuk memperluas akses bisnis," tegas Saifuddin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran strategis pengusaha muda dalam kepemimpinan publik, mengingat rekam jejak kader HIPMI di berbagai daerah, seperti di Solo, yang mampu menembus kursi pemerintahan daerah. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID