Breaking News

Wangsit Aryo Prabowo Sampaikan Klarifikasi Proyek Yang Atapnya Ambrol, Belum Berstatus Sebagai Sekolah


SUARA DAERAH SRAGEN – Penanggung jawab proyek bangunan di Kecamatan Mondokan yang sempat viral karena ambruk beberapa hari lalu, belum berstatus sekolah dan masih dalam tahap perijinan. Namun pekerja yang cedera diketahui tidak dicover BPJS Ketenagakerjaan. 

Penanggungjawab, Wangsit Aryo Prabowo, memberikan klarifikasi terkait status bangunan tersebut. Dia menegaskan bahwa lokasi yang terdampak bukanlah sebuah sekolah yang sudah beroperasi sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.

Menurut Wangsit, bangunan tersebut memang direncanakan untuk sarana pendidikan (SMA), namun saat ini masih dalam tahap pembangunan dan belum memiliki izin operasional sebagai sekolah.

"Itu masih rencana jangka panjang, masih angan-angan kami. Jadi kalau di luar sana disebut SMA roboh, itu kami konfirmasi tidak benar karena memang posisinya belum menjadi bangunan sekolah. Izin-izin seperti RKB dan sebagainya masih dalam proses," ujar Wangsit saat memberikan keterangan, Senin (27/4/2026)

Terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material besi yang sempat disinggung pihak kepolisian, Wangsit menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mengikuti standar konstruksi. Namun, ia mengakui adanya kendala presisi saat pemasangan atap, terutama karena beban genteng keramik yang digunakan.

"Posisinya kita sudah mencoba standar. Kita inginnya menggunakan genteng yang baik seperti keramik. Ternyata di luar presisi saat posisi bangunan sudah hampir selesai. Untuk detail teknisnya, semua sudah kami serahkan kepada Bapak Suwanto di Polsek Mondokan," imbuhnya.

Mengenai adanya tujuh pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut, Wangsit memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan dan penanganan medis telah ditanggung sepenuhnya oleh pihak pengelola. Meskipun dia mengakui para pekerja belum tercover BPJS Ketenagakerjaan, ia menjamin kesejahteraan mereka selama masa pemulihan.

"Pekerja sudah kita cover semua agar penanganannya cepat. Saat ini kondisi mereka sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Kami juga memberikan santunan selama mereka belum bisa bekerja kembali karena masa penyembuhan," jelasnya.

Pasca-kejadian, lokasi bangunan kini telah dibersihkan setelah mendapatkan izin dari pihak Polsek Mondokan. Wangsit menyatakan bahwa proyek akan tetap dilanjutkan di masa mendatang dengan evaluasi menyeluruh.

"Sekarang tahap pembersihan. Ke depan rencana tetap kita lanjutkan agar bangunan sesuai dengan standar yang lebih baik lagi," tutupnya. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID