Breaking News

Stok Beras Aman : Anggota DPR RI Sidak : Pastikan Lumbung Pangan Jateng Aman, Bulog Antisipasi El Nino


SUARA DAERAH SRAGEN – Tidak perlu kawatir ditengah bayang-bayang ancaman fenomena El Nino yang diprediksi mulai menerjang pada Mei ini, kabar segar datang dari lumbung pangan Jawa Tengah. Fraksi Partai Gerindra DPR RI memastikan stok pangan di wilayah Jawa Tengah, khususnya Soloraya, dalam kondisi melimpah ruah.

Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Sriyanto Saputro, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog dan sentral penggilingan padi modern di Kabupaten Sragen. Kunjungan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan fraksi untuk mengawal ketahanan pangan nasional di masa reses.

"Stok ketersediaan pangan kita sangat terjaga, bahkan surplus. Untuk Jawa Tengah saja, stok mencapai 370.000 ton. Sementara di wilayah Surakarta (Soloraya), ada 79.000 ton. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan," tegas Sriyanto usai meninjau fasilitas pengolahan padi dan gudang bulog Dukungan Sragen Kamis (30/4/2026)

Sriyanto menekankan bahwa melimpahnya stok saat ini tidak membuat pemerintah jemawa. Fokus utama saat ini adalah mitigasi dampak El Nino yang bisa mengancam siklus tanam. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Bulog diinstruksikan untuk melakukan strategi 'jemput bola'.

"Bulog tidak boleh tidur meski stok melimpah. Saat ada daerah yang pasokannya menipis, harus langsung lari untuk mengisi. Begitu juga dengan penyerapan gabah petani, harus terus dimaksimalkan sebagai cadangan jika El Nino berlangsung lama," lanjut politikus yang berangkat dari Dapil Jateng IV tersebut.

Selain urusan stok, Sriyanto menyoroti gairah petani yang meningkat berkat penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah di angka Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini dinilai menjadi tameng efektif bagi petani agar tidak lagi menjadi 'permainan' tengkulak.
"Negara hadir. Dengan harga yang dipatok Presiden Prabowo ini, petani semakin bersemangat. Ditambah lagi adanya penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, ini sinergi yang luar biasa untuk mengejar swasembada pangan," urainya.

Dalam pantauannya di sentral penggilingan padi modern Sragen, Sriyanto melihat kapasitas olah yang mencapai 120 ton per hari. Teknologi pengeringan dan pengolahan yang mumpuni ini diharapkan mampu menjaga kualitas beras nasional tetap premium meski di tengah ketidakpastian cuaca.

Tak hanya beras, diversifikasi pangan seperti jagung dan palawija juga terus dipantau untuk memastikan masyarakat memiliki alternatif pangan yang kuat. "Intinya, masyarakat tidak perlu resah. Stok pangan kita lebih dari cukup untuk menghadapi tantangan alam ke depan," pungkasnya.

Sementara itu, Sri Muniati selaku kanwil Bulog Jawa Tengah menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyalurkan bantuan pangan yang komoditasnya itu adalah beras dan minyak goreng. 

"Otomatis kami saat ini menyerap minyak goreng di mana stok yang disediakan saat ini cukup memadai untuk menyelesaikan pagu penyaluran bantuan pangan," ujar Sri muniati

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID