Breaking News

Dipatok Rp 1,8 Miliar, PMI Sragen Perluas Jangkauan Sasar UMKM, Komunitas dan Peremajaan Ambulans


SUARA DAERAH SRAGEN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen resmi memulai gerilya kemanusiaan melalui Bulan Dana PMI tahun ini. Tak ingin sekadar mengandalkan donatur tetap, organisasi kemanusiaan di Bumi Sukowati ini melakukan manuver dengan memperluas jangkauan sasaran hingga ke level pelaku UMKM dan komunitas.

Ketua PMI Sragen, Utami Dewi Masithoh, mengungkapkan bahwa prinsip kemanusiaan harus inklusif. Jika sebelumnya penggalangan dana di sektor dunia usaha hanya menyentuh korporasi besar, tahun ini pintu-pintu toko kelontong hingga pengusaha kecil mulai diketuk.

"Kemanusiaan itu kewajiban seluruh masyarakat, bukan hanya orang kaya. Karena saat ada kecelakaan atau kegawatdaruratan, PMI hadir untuk seluruh komponen masyarakat tanpa memandang kasta," tegas tokoh yang akrab disapa Imas ini. 

Meski semangat meluap, PMI Sragen tetap berpijak pada data. Tahun ini, target dana dipatok di angka Rp 1,8 miliar. Angka ini sedikit mengalami koreksi alias turun tipis dibanding capaian tahun lalu.

Sekretaris PMI Sragen, Darmawan, menjelaskan bahwa penurunan target ini merupakan bentuk empati atas kondisi riil di lapangan. Berdasarkan hasil verifikasi dengan Dinas Sosial, jumlah Kartu Keluarga (KK) miskin di Kabupaten Sragen tercatat bertambah.

"KK yang masuk daftar miskin tentu tidak menjadi sasaran kami. Kami harus realistis melihat daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat di bawah," jelas Darmawan.

Untuk mencapai target tersebut, kecamatan masih menjadi tumpuan utama dengan proyeksi setoran mencapai Rp 1 miliar. Disusul sektor pendidikan sebesar Rp 250 juta, dan sisanya disebar ke dunia usaha serta masyarakat umum.

Namun, jalan PMI tak selalu mulus. Darmawan membeberkan tantangan klasik yang hingga kini sulit ditembus, keberadaan pabrik-pabrik raksasa di Sragen yang operasionalnya lokal, namun kebijakan finansialnya tersentral di ibu kota.

"Banyak pabrik besar di sini, tapi kantor pusatnya di Jakarta. Ini problem kami. Kami kesulitan mengetuk pintu kontribusi mereka, padahal kami berharap mereka punya andil besar untuk kemanusiaan di Sragen," keluhnya.

Kabar baiknya, dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen kian solid. Tahun ini, hibah Pemda melompat signifikan menjadi Rp 300 juta, naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya Rp 100 juta.
Dana hibah tersebut sudah memiliki fungsi yakni peremajaan unit ambulans. Maklum, armada yang ada saat ini sudah memasuki usia senja dan kerap "batuk-batuk" saat bertugas.

"Ambulans kami sudah tua sekali. Sering mogok saat merespons panggilan darurat. Tentu ini berisiko bagi keselamatan pasien," kata Darmawan.

Rencananya, PMI akan meminang unit Daihatsu Luxio untuk dijadikan armada baru. Pilihan ini diambil sebagai jalan tengah antara fungsi dan kenyamanan pasien. Estimasi harga unit kendaraan berada di angka Rp 270 juta, ditambah biaya modifikasi karoseri dan peralatan medis lengkap seperti oksigen dan alat kesehatan sekitar Rp 45 juta hingga Rp 80 juta. 

Jurnalis Wahono.
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID