SUARA DAERAH SRAGEN – Kabupaten Sragen tidak ingin sekadar menjadi perlintasan bagi para pemudik pada Lebaran 2026 ini. Mengusung branding “The Land of Java Man”, Bumi Sukowati tengah bersolek besar-besaran. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Sragen pun sudah memanaskan mesin untuk menggaet wisatawan lewat sembilan destinasi unggulan.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispora Sragen, Mursita Aji, menyatakan bahwa fokus tahun ini adalah memberikan pengalaman wisata yang utuh. Tidak hanya melihat situs bersejarah, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kreatif.
“Kami ingin wisatawan tidak hanya singgah, tapi benar-benar merasakan sejarah dunia, budaya Jawa, dan keramahan Sragen,” ujar alumnus Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Bali tersebut.
Sragen telah memetakan titik-titik krusial yang diprediksi bakal diserbu pengunjung. Nama besar Museum Manusia Purba Sangiran tetap menjadi garda depan. Tiga klaster utama yakni Krikilan, Ngebung, dan Bukuran siap menyambut peneliti hingga keluarga yang ingin menelusuri jejak evolusi manusia.
Bagi penyuka wisata air, Kolam Renang Kartika di pusat kota tetap menjadi primadona. Kolam yang dijuluki "legendaris" ini dikenal karena kejernihan airnya yang dikuras dua kali seminggu. Sementara itu, untuk penikmat ketenangan, Gunung Kemukus menawarkan pemandangan eksotis, terutama setelah guyuran hujan belakangan ini.
Tak ketinggalan, Pemandian Air Panas Bayanan telah menyiapkan agenda "Bakdan di Bayanan" yang akan dimeriahkan dengan pentas seni rakyat. Pilihan lain yang tak kalah asri adalah Pemandian Air Panas Ngunut dan Desa Wisata Sendang Kun Gerit yang cocok untuk kumpul keluarga.
Ada yang unik pada Lebaran tahun ini. Dispora Sragen meluncurkan Paspor Wisata Java Man. Inovasi ini menjadi pemantik antusiasme wisatawan untuk berkeliling ke berbagai destinasi demi melengkapi koleksi kunjungan mereka.
“Minggu ini paspor sudah mulai bisa diakses. Ini cara kami agar wisatawan tertantang menjelajahi sudut-sudut Sragen secara lebih seru,” tambah Aji.
Strategi pemasaran Sragen juga menyentuh aspek visual. Pusat oleh-oleh terbesar, Sentra Industri Kerajinan Kreatif (SIKK), kini punya jagoan baru, Mug Karakter JAVO. Karakter yang merepresentasikan keluarga Java Man (Javo, Javi, Javu, dan Jave) ini menjadi incaran kolektor dan wisatawan sebagai buah tangan modern di samping Kaos Java Man yang sudah ikonik.
Dari sisi perut, Sragen menawarkan kekayaan rasa yang otentik. Selain Sego Tumpang dan Tengkleng yang sudah akrab di lidah, ada Gablog Gesi. Kuliner tradisional dari utara Bengawan Solo ini menjadi menu wajib bagi pemudik yang merindukan cita rasa asli pedesaan yang sulit ditemukan di perantauan.
Dengan keberadaan akses tol yang semakin memudahkan mobilitas, Pemkab Sragen optimis perputaran ekonomi sektor pariwisata dan ekraf akan melonjak signifikan dibanding tahun lalu. Dia menegaskan Sragen siap membuktikan bahwa mereka adalah destinasi berkelas dunia di jantung Jawa Tengah.
“Meskipun ada ketidakpastian ekonomi global, kami yakin sektor domestik tetap kuat. Sragen berada di jalur strategis. Momentum Lebaran adalah waktu yang tepat untuk menggerakkan UMKM, mulai dari pengrajin souvenir hingga pedagang kuliner di pasar tradisional,” tegasnya optimis.
Jurnalis Wahono


Social Header