Breaking News

Rapat Kerja BAZNAS Perkuat Zakat Untuk Entaskan Kemiskinan di Sragen

 
SUARA DAERAH SRAGEN - Penguatan pengelolaan zakat untuk mendukung pengentasan kemiskinan menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) BAZNAS Kabupaten Sragen Tahun 2026 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (12/3/2026).

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menegaskan BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan. Menurutnya, potensi zakat yang dikelola BAZNAS Sragen terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2025, penghimpunan zakat melalui BAZNAS tercatat mencapai sekitar Rp17 miliar.

“Potensi zakat di Sragen sangat besar dan prestasi BAZNAS juga membanggakan. Namun yang terpenting adalah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, pengelolaan zakat perlu difokuskan pada program strategis dan produktif agar dapat memberi dampak nyata dalam menurunkan angka kemiskinan,” ujar Sigit.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sragen, Mustaqim, menyampaikan pada tahun 2026 BAZNAS Sragen mendapat target penghimpunan zakat sebesar Rp25 miliar dari BAZNAS pusat, meningkat dari capaian sekitar Rp17,4 miliar pada tahun 2025. Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah serta para muzakki.

“Sepanjang 2025, BAZNAS Sragen telah membantu sekitar 16.874 warga melalui program RTLH, pemberdayaan ekonomi, dan layanan Rumah Sehat BAZNAS. Ke depan, kami akan terus memperkuat program pemberdayaan agar zakat mampu mendorong kemandirian masyarakat,” jelas Mustaqim.

Wakil Ketua 2 BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Zain Yusuf, turut mengapresiasi kinerja BAZNAS Sragen yang dinilai menunjukkan pertumbuhan penghimpunan zakat di atas 30 persen, melampaui rata-rata nasional. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang semakin baik.

“Tema Zakat Mengentaskan Kemiskinan ini sangat tepat. InsyaAllah BAZNAS Sragen dapat ikut berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan, baik di Kabupaten Sragen maupun di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi, menekankan pentingnya kesadaran umat dalam menunaikan zakat secara rutin. Ia menyebut pembayaran zakat secara berkala justru memudahkan umat dalam menunaikan kewajiban tersebut.

“Zakat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga ibadah sosial yang sangat kuat dampaknya. Saya mengajak para ASN dan para muzakki untuk terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS agar pengelolaannya terencana dan manfaatnya semakin luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan sejumlah penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Sragen. Pada kategori Mustahik Menjadi Muzakki, penghargaan diberikan kepada Zahra Nur Aisyah, penerima beasiswa BAZNAS yang kini bekerja di RS Ibnu Sina, serta Maryono, penerima bantuan modal usaha yang berhasil mengembangkan usahanya.

Penghargaan kategori Pengumpulan ZIS Paling Optimal diberikan kepada BPKPD Kabupaten Sragen (lingkup umum), Puskesmas Sidoharjo (lingkup kesehatan), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen (lingkup pendidikan), serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen (instansi vertikal). Sementara kategori Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid dengan Pengumpulan ZIS Paling Optimal diberikan kepada Masjid Jami’ Sukodono, Masjid Besar Kauman, dan Masjid BAZNAS Ukhuwah Islamiyah Sragen.

Selain itu, pada momentum tersebut juga dilakukan pentasyarufan sebanyak 3.000 santunan yang akan disalurkan kepada para mustahik melalui UPZ di berbagai wilayah Kabupaten Sragen.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID