SUARA DAERAH SRAGEN – Peta persaingan kursi panas Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sragen mulai memasuki fase krusial. Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan helat pada 20 April 2026 mendatang, sinyal-sinyal politik mulai dilempar ke publik.
Ketua DPC PKB Sragen petahana, Ahmad Budi Ridwani, memilih bersikap rendah hati menanggapi dinamika internal partai. Pria yang akrab disapa Gus Budi ini menegaskan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya tongkat estafet kepemimpinan kepada keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP).
"Kalau saya, (keputusan) kembalikan ke DPP. Sebagai petahana, kami serahkan sepenuhnya ke pusat. Untuk rencana Muscab, biarkan mengalir saja," ujar Gus Budi
Disinggung mengenai intensitas komunikasinya dengan DPW maupun DPP, Gus Budi menepis adanya lobi-lobi khusus terkait jabatan. Ia mengaku komunikasi yang terjalin selama ini masih dalam koridor profesional organisasi. "Hanya komunikasi biasa, seputar koordinasi program-program partai," imbuhnya.
Gus Budi juga mengaku tak ambil pusing dengan munculnya nama-nama baru yang disebut bakal meramaikan bursa ketua. Baginya, siapa pun yang muncul bukan menjadi ancaman, melainkan aset. "Selama tujuannya membesarkan partai dan memberi manfaat bagi warga Sragen, kami tidak keberatan," tegasnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPC PKB Sragen, Nur Muhammad Sugiyarto, membeberkan teknis pelaksanaan Muscab yang tinggal menghitung hari. Berbeda dengan pemilihan konvensional yang kental dengan aksi pemungutan suara, PKB Sragen tetap setia pada jalur musyawarah mufakat.
"Mekanisme Muscab didasarkan pada musyawarah mufakat. Nanti dalam forum tersebut baru dilakukan pengesahan bakal calon ketua berdasarkan hasil penjaringan tim penataan struktur DPW," jelas Nur Muhammad.
Dia menambahkan, meski tim DPW telah melakukan pemetaan, pintu demokrasi tetap dibuka lebar dalam forum Muscab. Pengurus Anak Cabang (PAC) diberikan ruang untuk mengusulkan nama-nama baru jika ada sosok yang dianggap layak memimpin.
Setelah nama-nama calon disepakati di forum Muscab, langkah mereka tidak berhenti di situ. Para kandidat harus melewati "kawah candradimuka" di tingkat pusat melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar oleh DPP.
"Siapa saja nama yang sudah dipetakan, itu sepenuhnya wewenang tim DPW dan DPP. Namun, nama Gus Budi sebagai petahana kemungkinan besar tetap masuk sebagai calon utama, bersanding dengan tokoh senior maupun figur muda potensial lainnya," ungkapnya.
Menariknya, Nur Muhammad memberikan bocoran bahwa bursa calon ketua tidak hanya menjadi panggung bagi kader internal. Sesuai arahan pusat, tokoh eksternal pun memiliki peluang untuk masuk dalam radar penjaringan.
"Instruksi dari DPW dan DPP tidak menutup kemungkinan masuknya tokoh eksternal. Semua punya kesempatan, sejauh memenuhi kriteria yang ditetapkan partai," pungkasnya.
Jurnalis Wahono.


Social Header