SUARA DAERAH SRAGEN – Bulan Ramadan tahun ini menjadi momentum spesial bagi komunitas Bikers MU (Muhammadiyah) Sragen untuk memperkuat visi "Dakwah di Jalan". Tak sekadar menyalurkan hobi berkendara, komunitas ini telah menyiapkan agenda religi yang cukup kental untuk mengisi bulan suci.
Pengurus Bikers MU Sragen, Mujiran, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar kegiatan bertajuk penjemputan malam Lailatul Qadar yang dipusatkan di kawasan Gondosuli, Tawangmangu. Beda dengan touring biasanya, agenda kali ini lebih fokus pada kegiatan ibadah semalam suntuk.
Rombongan dijadwalkan berangkat dari Sragen pada tanggal 16 Maret mendatang, sesaat setelah melaksanakan salat Asar. "Perjalanan diperkirakan memakan waktu satu setengah jam, sehingga tiba di sana pas menjelang waktu berbuka puasa," ujar Mujiran.
Setibanya di lokasi, para bikers akan menjalani serangkaian kegiatan. Mulai Buka Puasa Bersama sembari Menikmati kebersamaan di sejuknya kaki Gunung Lawu.
Kemudia Salat Tarawih Berjamaah: Dilaksanakan di Masjid Al-Furqan, Gondosuli. Dilanjut tikaf, yakni Melakukan ibadah dan berdiam diri di masjid hingga waktu Subuh tiba.
Menariknya, agenda ini tidak hanya diikuti oleh anggota komunitas, tetapi seluruh struktur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen direncanakan akan ikut bergabung.Anggota Bikers MU di Sragen mencapai hampir 300 orang, untuk agenda itikaf ini peserta dibatasi sekitar 50 orang mengingat durasi kegiatan yang berlangsung hingga pagi hari.
Terkait medan jalan Tawangmangu yang menanjak, Mujiran memastikan kendaraan para anggota dalam kondisi siap tempur. "Kendaraan teman-teman insyaallah aman. Kami sudah terbiasa menempuh rute jauh seperti ke Dieng, Jogja, hingga Tulungagung tanpa kendala berarti," tegasnya.
Kegiatan Ramadan ini hanyalah salah satu dari rangkaian panjang agenda Bikers MU Sragen. Setelah Lebaran, mereka berencana menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun deskripsi perjalanan menuju Muktamar Medan tahun 2027.
Ke depan, komunitas ini akan mulai rutin melakukan latihan berkendara jarak jauh, bahkan berencana melakukan ekspedisi keluar pulau, baik ke arah barat maupun timur Indonesia. Hal ini dilakukan agar komitmen dakwah "dari masjid ke masjid dan dari kajian ke kajian" terus bergelora dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jurnalis Wahono


Social Header