SUARA DAERAH SRAGEN –Banyaknya tudingan jalan rusak, dan gelap gulita yang selama ini dikeluhkan warga Sragen bakal segera dibenahi. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah infrastruktur kabupaten menjadi "alus, padhang njingglang" (mulus, terang benderang).
Bupati Sigit secara terbuka dalam sambutan di acara salah satu partai politik meminta dukungan penuh agar alokasi dana Penerangan Jalan Umum (PJU) diprioritaskan. "Izin lapor Pak Dewan. Mohon dukungannya. Di APBD Perubahan 2026 ini, kita alokasikan setidaknya Rp 10 miliar. Dan insyaallah di tahun 2027, kita anggarkan lagi Rp 20 miliar," ujar Sigit mantap.
Tidak dipungkiri, kondisi PJU di Sragen memang membutuhkan perhatian ekstra. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, saat ini baru tersedia 2.523 titik lampu. Padahal, untuk meng-cover seluruh wilayah kabupaten secara ideal, dibutuhkan setidaknya 23.871 titik.
Kepala Dinas Perhubungan Sragen, Suparwoto, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan skala prioritas untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Fokus utama saat ini adalah memenuhi 7.113 titik lampu yang dianggap sangat mendesak.
Pihaknya menjelaskan rincian prioritas pemasangan lampu diantaranya Wilayah dalam kecamatan Sragen kota 1.893 titik. Lantas Wilayah Luar Kota 5.220 titik. Fokus Utama pemasangan lampu yakni Ruas jalan rawan kecelakaan dan pusat pengembangan ekonomi.
Salah satu titik yang paling sering dikeluhkan adalah ruas jalan Luwes ke timur hingga Pilangsari. Meski secara administratif merupakan sebagian kewenangan Pemerintah Provinsi, Pemkab Sragen memilih tidak berpangku tangan demi keselamatan warga.
"Tahun ini akan kami pasang 30 lampu di ruas Luwes Timur sampai Pilangsari. Kondisinya memang paling gelap, jadi harus segera diintervensi," jelasnya.
Menerangi jalanan ternyata bukan perkara murah. Dishub mengestimasi biaya satu tiang lampu mencapai Rp 18 juta. Harga tersebut sudah mencakup: Tiang oktagonal yang kokoh. Komponen lampu, Instalasi kabel dan sambungan listrik serta biaya pemasangan.
Sumber anggaran dipastikan aman melalui kombinasi Pajak Daerah dan Dana Transfer Pusat. Pembahasan detail anggaran ini dijadwalkan masuk dalam pembahasan APBD Perubahan sekitar Agustus - September 2026 mendatang." tandasnya
Jurnalis Wahono.


Social Header