Breaking News

Puskesmas Tanon 1 Gebrak Lewat Inovasi KI DAMAR, "Khitan Anti Ribet"di Sragen


SUARA DAERAH SRAGEN – Kabar gembira bagi para orang tua di wilayah Bumi Sukowati, khususnya Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen Urusan khitan atau sunat bagi sang buah hati kini tak lagi perlu menempuh jarak jauh ke rumah sakit besar di pusat kota, apalagi pusing memikirkan biaya yang selangit.

Puskesmas Tanon I resmi menggebrak lewat inovasi pelayanan publik terbaru mereka yang diberi tajuk KI DAMAR. Singkatan dari Khitan Dekat Aman Murah, program ini hadir sebagai jawaban konkret atas keresahan masyarakat akar rumput yang selama ini sering menunda proses sirkumsisi anak akibat kendala ekonomi dan aksesibilitas.

Nama "KI DAMAR" dipilih bukan tanpa filosofi. Layaknya lampu penerang, inovasi ini diharapkan memberikan pencerahan bagi pelayanan kesehatan tingkat dasar. Ada tiga pilar utama yang menjadi "senjata" Puskesmas Tanon I dalam program ini. 

Pertama yakni dekat  karena Lokasi layanan berada tepat di jantung kecamatan. Keuntungannya yakni Mobilisasi pasien jadi lebih ringkas dan proses kontrol pasca-tindakan tidak memakan waktu lama di perjalanan.

Kemudian faktor yang paling krusial yakni aman. Meski berstatus Puskesmas, prosedur dilakukan oleh tim medis profesional yang terdiri dari dokter dan perawat terlatih. Standar sterilisasi alat pun dijamin ketat sesuai protokol kesehatan nasional.

 Lalu skema biaya dibuat setransparan mungkin. Dengan harga yang "ramah kantong", kualitas tindakan medis tetap dijaga pada level premium.

Tidak dipungkiri  Salah satu momok terbesar bagi anak-anak saat akan dikhitan adalah rasa cemas dan takut akan ruang tindakan yang menyeramkan. Memahami psikologi tersebut, Puskesmas Tanon I melakukan langkah jempolan dengan menyulap ruang tindakan menjadi suasana yang ramah anak.

"Kami ingin mengubah stigma bahwa khitan itu menakutkan. Selain metode yang meminimalkan risiko infeksi, edukasi perawatan luka bagi orang tua juga kami berikan secara mendalam agar proses penyembuhan optimal," ujar Kepala Puskesmas Tanon I di sela-sela sesi sosialisasi.

Langkah proaktif ini langsung menuai apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat setempat. Inovasi ini dianggap sangat relevan dengan kebutuhan warga, terutama mereka yang selama ini terbentur masalah finansial untuk mengakses layanan kesehatan swasta.
"Banyak warga yang sebelumnya ragu atau menunda karena biaya. Hadirnya KI DAMAR memastikan setiap anak di Tanon mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak dan aman secara medis," tambahnya.

Dengan hadirnya KI DAMAR, Puskesmas Tanon I membuktikan bahwa layanan publik berkualitas tidak harus mahal. Inovasi ini sekaligus mempertegas posisi Puskesmas bukan sekadar tempat berobat saat sakit, melainkan pusat solusi kesehatan masyarakat yang solutif dan adaptif.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID