SUARA DAERAH SRAGEN – Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, memastikan bakal menjatuhkan sanksi tegas bagi oknum guru dan Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 2 Sumberlawang menyusul tragedi perkelahian maut yang menewaskan seorang siswa di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah daerah untuk memberikan efek jera sekaligus evaluasi total terhadap sistem pengamanan siswa.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menegaskan bahwa tim khusus telah diterjunkan untuk mengkaji bobot sanksi yang tepat. Penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap performa manajerial dan kepengawasan di sekolah yang berlokasi di Desa Jati tersebut.
"Tentunya kami harus memberikan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab. Dalam hal ini adalah guru pengampu dan kepala sekolah. Sanksinya apa, saat ini masih dalam pembahasan tim," ujar orang nomor satu di Sragen ini.
Sigit Pamungkas menekankan bahwa sasaran sanksi ini mengarah pada guru mata pelajaran yang jamnya kosong atau guru pengampu kelas saat insiden terjadi. Ia menyayangkan adanya celah pengawasan yang memungkinkan anak didik melakukan tindakan tidak produktif bahkan berbahaya saat jam belajar berlangsung.
Sebelumnya, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyempatkan diri takziah ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga korban. Di sana, ia berjanji bahwa peristiwa memilukan ini harus menjadi yang terakhir di dunia pendidikan Sragen.
"Kami akan menata ulang pengelolaan pengawasan. Ketika terjadi jam kosong, aturan harus dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak tetap terpantau. Tidak boleh ada ruang bagi mereka untuk lepas kontrol," tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Bupati memerintahkan penyusunan Surat Edaran (SE) yang berisi aturan baku mengenai prosedur pengawasan siswa di sekolah. SE ini nantinya tidak hanya berlaku bagi SMPN 2 Sumberlawang, melainkan wajib diimplementasikan oleh seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sragen.
"Semua ketentuan pengawasan akan diberlakukan secara masif ke semua sekolah. Saat ini draft-nya sedang disusun oleh tim. Tujuannya satu, jangan sampai peristiwa perkelahian antar siswa kembali terulang di kemudian hari," pungkasnya.
Jurnalis Wahono


Social Header