SUARA DAERAH SRAGEN – Tidak seperti biasanya ada suatu pemandangan yang sangat unik dan berbeda di sepanjang jalur protokol Kabupaten Sragen pada Senin pagi (6/4/2026) Tak tampak iring-iringan mobil dinas mewah di depan Pendopo Sumonegaran. Sebagai gantinya, Bupati Sragen Sigit Pamungkas terlihat santai namun energik mengayuh pedal sepedanya menuju Kantor Pemerintah Daerah Terpadu.
Aksi gowes bareng ini bukan sekadar agenda olahraga rutin. Ini adalah sinyal kuat dari orang nomor satu di Bumi Sukowati tersebut untuk memulai gerakan hemat energi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas Surat Edaran Kemendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ yang meminta abdi negara menjadi garda terdepan dalam menekan emisi karbon.
"Ini bentuk nyata dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah pusat. Sedapat mungkin mobilitas kerja dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan," ujar Bupati Sigit Pamungkas setibanya di kantor.
Menurut Sigit, penggunaan sepeda, kendaraan listrik, hingga transportasi umum adalah solusi konkret di tengah tantangan efisiensi energi global. Namun, ia juga memberikan catatan fleksibilitas bagi para ASN.
“Sepanjang jarak memungkinkan, mari kita sukseskan program ini. Kecuali ada alasan medis, jarak yang terlampau jauh, atau tuntutan mobilitas yang sangat tinggi, silakan menyesuaikan,” tambahnya.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti di aksi simbolis belaka. Pemkab Sragen tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) tingkat daerah sebagai pedoman teknis bagi seluruh instansi di bawahnya.
Menariknya, Sragen juga tetap konsisten menjalankan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan, tepatnya setiap hari Jumat. Kombinasi antara gowes ke kantor dan WFH ini diharapkan mampu memangkas biaya operasional energi serta mengurangi kemacetan di pusat kota.
"Persoalan energi adalah isu global. Jadi, harus kita kerjakan bersama-sama dari level pusat hingga daerah," tegas Sigit.
Tak hanya bagi ASN, Bupati juga mengajak masyarakat luas untuk mulai melirik transportasi publik dan menerapkan pola hidup hemat energi dalam keseharian. Tujuannya satu: menjaga produktivitas tanpa harus merusak lingkungan" tegasnya.
Jurnalis Wahono


Social Header