SUARA DAERAH SRAGEN – Breaking News ; Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Sragen. Atap bangunan gedung sekolah MI Muhammadiyah Bulu, yang berlokasi di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, dilaporkan roboh pada Selasa (12/5/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Insiden ini terjadi tepat saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian nahas tersebut mengakibatkan 8 orang menjadi korban, yang terdiri dari 7 siswa dan 1 orang guru. Seluruh korban saat ini telah dievakuasi ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Menurutnya, robohnya atap sekolah diduga kuat karena kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk dimakan usia.
"Kejadian kurang lebih jam 8 tadi. Atapnya kelihatannya sudah lapuk, jadi kayunya sudah lapuk. Kejadiannya pas proses belajar mengajar," ujar Edi Purwanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Edi menambahkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Korwil Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag), dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen untuk langkah penanganan darurat.
"Ambulans baik dari Puskesmas Sambungmacan 1 dan 2, dari PDM, hingga Lazismu semua dikerahkan ke lapangan untuk membantu evakuasi. Alhamdulillah sudah terkondisikan, yang terpenting saat ini adalah penanganan medis untuk anak-anak dan guru tersebut," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Sambungmacan, AKP Warseno, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan pengamanan di lokasi kejadian. Ia membenarkan adanya korban luka-luka, termasuk laporan adanya korban yang mengalami patah tulang.
"Informasi sementara ada 8 korban, 7 anak dan 1 guru. Ada yang dilaporkan mengalami patah tulang, namun identitas pastinya masih kami data karena korban langsung dibawa ke rumah sakit umum. Kami masih fokus pada evakuasi dan mencari informasi lebih lanjut di lapangan," jelas AKP Warseno.
Hingga berita ini diturunkan, area kelas yang roboh telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak sekolah bersama warga sekitar juga mulai membersihkan puing-puing bangunan setelah proses evakuasi dinyatakan selesai. Kejadian ini menjadi perhatian serius mengenai pentingnya pengecekan rutin kelayakan bangunan sekolah guna menjamin keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
Jurnalis Wahono


Social Header